Hotman Paris Ajak Keluarga Korban Lion Air Gugat Boeing di Amerika

    Kamis, 29 November 2018 - 12:36 Editor : Redaksi Dibaca : 40 Views

    Menit.co.id Pengacara kondang, Hotman Paris, menyebut enam orang keluarga korban Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat berencana menuntut perusahaan Boeing yang berpusat di Amerika Serikat. Dia berharap keluarga korban lainnya ikut bergabung.

    “Bagi keluarga korban, bersatu semua agar makin kuat kekuatannya. Jadi bagi yang masih ragu-ragu, tidak ada yang perlu diragukan dan ini pun tidak ada biaya apapun yang dikeluarkan dari kantong pribadi,” ujar Hotman Paris di Kopi Johny Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (29/11).

    Hotman Paris didampingi perwakilan firma hukum Ribbeck Law Chartered. Dia mengaku diminta oleh sejumlah firma hukum di Amerika Serikat agar menyarankan keluarga korban pesawat Lion Air jatuh untuk mengajukan gugatan.

    “Meminta saya meyakinkan keluarga. Mereka pengacara dari Chicago, bagi keluarga yang mau menggugat Boeing di Amerika, mereka siap mewakili dan keluarga korban tidak harus membayar apapun. Nanti kalau dapat ganti rugi, baru dapat imbalannya,” jelas Hotman.

    Salah satu pengacara dari Ribbeck Law Chartered, Manuel Bon Ribbeck menyebut, mereka juga menjadi firma hukum yang dipakai oleh keluarga dokter Rio Nanda Pratama dalam meminta pertanggungjawaban Boeing. Gugatan sudah dilayangkan pada 16 November 2018.

    “Sidang pertama 17 Januari,” kata Bon Ribbeck.

    Firma hukum Ribbeck Law Chartered akan menuntut ganti rugi sebesar lima hingga 10 juta dolar Amerika untuk tiap penumpang korban Lion Air jatuh ke pihak Boeing. Mereka menggunakan tim investigasi sendiri untuk mencari fakta dan bukti hukum yang akan dihadirkan ke hakim.

    “Di Amerika tidak tergantung pada hasil KNKT. Faktanya. Kita akan cari fakta dan bukti sendiri untuk ditunjukkan kepada hakim,” kata Bon Ribbeck.

    Sebelumnya, keluarga dokter Rio Nanda Pratama menggugat The Boeing Company sebagai produsen pesawat Boeing 737 MAX 8. Mereka mengajukan gugatan melalui Firma hukum Colson Hicks Eidson dan BartlettChen LLC yang berkantor di Negara Bagian Florida, Amerika Serikat pada Rabu 14 November 2018.

    Rio Nanda Pratama merupakan dokter muda yang ikut jadi korban jatuhnya pesawat Lion Air dalam perjalan pulang dari sebuah konferensi di Jakarta dan hendak menikah pada tanggal 11 November 2018.

    Kemudian, sejumlah keluarga korban Lion Air juga bersiap menggugat Boeing melalui firma hukum Legisperitus Lawyers. Namun, mereka memilih untuk menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) terlebih dahulu.

    Para keluarga korban Lion Air jatuh itu sadar bahwa hasil investigasi dari KNKT tidak bisa dijadikan bukti di pengadilan, melainkan hanya bersifat rekomendasi yang tidak mengikat. Hanya saja, hal tersebut dinilai dapat menambah refensi untuk melakukan gugatan.

    (Liputan6)



    Komentar Pembaca: