Jaksa Pekanbaru Tangkap Terpidana Kasus Kredit Fiktif Bank Riau Kepri

    Rabu, 7 Februari 2018 - 19:37 Editor : Redaksi Dibaca : 190 Views

    Menit.co.id – Kejaksaan menangkap terpidana kasus korupsi kredit fiktif Bank Riau Kepri Cabang Pembantu Rumbai Kota Pekanbaru Riau bernama Khairil Rusli. Dia merupakan mantan bos di bank tersebut dan sudah dijatuhi vonis 7 tahun penjara.

    Kajari Pekanbaru Suripto Irianto mengatakan, Kahiril ditangkap saat berada di sebuah tempat fitnes di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Senin (5/2) malam.

    Kemudian terpidana korupsi yang merugikan negara hingga Rp 3,1 miliar itu diterbangkan ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan tiba pada Selasa (6/2) pukul 11.45 Wib.

    “Terpidana inisial KR ditangkap kemarin malam di tempat fitnes Kota Batam, dan langsung kita bawa ke Pekanbaru untuk dilakukan penahanan dalam kasus korupsi kredit fiktif Bank Riau Kepri,” ujar Idianto, Selasa (6/2).

    Khairil Rusli langsung disuruh mengenakan rompi tahanan Tipikor layaknya terpidana lainnya. “Dalam perkara tersebut, dia tak hadir saat sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru karena tidak diketahui keberadaannya sejak kasusnya berjalan,” ucap Idianto.

    Meski tak hadir, pengadilan menyidangkan perkara Khairil secara In Absentia oleh majelis hakim yang diketuai I Ketut Suarta. Dalam sidang tersebut, berakhir dengan vonis 7 tahun penjara dijatuhkan hakim terhadap Khairil.

    Hakim juga mewajibkannya membayar denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan penjara, serta dihukum membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 324 juta lebih atau subsider satu tahun penjara.

    Perkara yang membelit Khairil ini terjadi pada 2006 lalu, saat ratusan anggota salah satu koperasi mengajukan kredit ke Bank Riau – Kepri Capem Rumbai. Untuk memuluskan kredit tersebut, puluhan anggota koperasi mengagumkan sertifikat lahan sawit.

    Kemudian, Khairul Rusli yang menjabat saat itu menyetujui kreditnya. Dalam laporan keuangannya, setiap anggota koperasi tertulis mendapat uang Rp45 juta.

    Namun masalah muncul lantaran uang tersebut ternyata tidak mengalir ke anggota koperasi. Mereka hanya menandatangani slip penerimaan saja.

    “Terpidana ini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang sejak tahun 2013 lalu. Selama pelariannya, KR sempat berpindah-pindah, termasuk pernah di Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti,” terang Idianto.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: