Jumlah Korban Kejahatan Remas Payudara di Depok Meningkat

    Kamis, 14 September 2017 - 20:31 Editor : Redaksi Dibaca : 618 Views

    Menit.co.id – Kepolisian Resor Kota Depok mengerahkan personel khusus dari Tim Srikandi untuk memburu penjahat peremas payudara seorang karyawati cantik di ruas Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat.

    Menurut Kepala Unit PPA dari Satreskrim Polresta Depok, Ipda Nurul Kamila, Tim Srikandi dikerahkan karena diduga korban peremasan payudara tak hanya satu orang.

    Tim Srikandi saat ini sudah bergerak memburu pelaku. Perburuan dilakukan dengan mengikuti petunjuk dan ciri-ciri yang didapatkan dari keterangan korban berinisial CT.

    Wanita-wanita yang merasa pernah menjadi korban diharapkan untuk segera melapor dan memberikan keterangan untuk memperkuat bukti-bukti yang mengarah pada pelaku.

    “Sampai saat ini kami masih lidik. Ya, ada dugaan korbannya lebih dari satu, tapi yang melapor baru satu orang. Kami mengimbau masyarakat yang merasa pernah jadi korban untuk turut melapor,” kata Ipda Nurul Kamila kepada VIVA.co.id, Kamis, 14 September 2017.

    Kasus peremasan payudara sebenarnya jenis kejahatan baru yang sudah diprediksi marak terjadi di Kota Depok. Tapi, sayangnya dari awal kejahatan jenis ini terendus polisi pada 2015, tak ada seorang pun korban yang mau melapor ke polisi.

    Baru CT yang berani melapor ke polisi. CT melaporkan diri kemarin, Rabu 13 September 2017. CT jadi korban remas payudara saat akan berangkat kerja.

    Ciri-ciri Penjahat Peremas Payudara
    Kepolisian Resor Kota Depok belum juga mampu meringkus pelaku pelecehan seksual bermodus meremas payudara wanita, yang menimpa seorang karyawati di ruas Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat.

    CT (depan pakai topi) saat melapor ke Polres Kota Depok.

    Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian, terutama penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Kota Depok, tentang perkembangan kasus yang meresahkan ini.

    Namun, berdasarkan keterangan korban berinisial CT, pelaku remas payudara memiliki ciri-ciri yang khas saat beraksi.

    Dalam dua kali peristiwa remas dada yang dialami CT, menurutnya, pelaku selalu menutupi wajahnya dengan kain penutup wajah dan pakaian berwarna serba hitam.

    “Dia pakai masker warna hitam. Kejadian pertama pas waktu puasa, kalau yang kedua hari Senin, siang pas aku mau berangkat kerja,” kata CT di Markas Polres Kota Depok, Kamis, 14 September 2017.

    Selian itu, menurut dara berwajah cantik itu, saat beraksi pelaku remas dada mengendarai sepeda motor jenis matik.

    “Dia biasanya naik motor matik. Yang kejadian pertama dia pakai matik jenis Honda Vario ada garis hijau. Nah kalau yang kejadian kedua dia pakai motor Beat hitam,” ujar CT.

    Berdasarkan dua kejadian yang menimpanya, CT menyimpulkan bahwa pelaku tak hanya mengincar wanita yang berpakaian minim atau menggoda. Karena pada saat dicabuli pelaku, CT mengenakan pakaian tertutup dan rapi.

    “Aku enggak tahu apakah ini orang iseng atau memang dia ada kelainan seks ya seperti komunitas begitu. Dia kabur begitu saja setelah remas payudaraku. Kejadiannya cepat, padahal aku pakai pakaian sopan, tertutup. Sempat aku teriakin, tapi dia lolos,” ujarnya.

    Untuk diketahui, sebenarnya kejahatan jenis ini sudah diprediksi bakal muncul di wilayah Kota Depok. Dan polisi menduga sudah banyak wanita korban, tapi korban kejahatan remas dada biasanya enggan melapor ke polisi dengan alasan malu.

    Padahal pelaku kejahatan remas dada sangat meresahkan, karena berani beraksi di tempat umum dan di siang hari.

    Ada Begal Jenis Baru, Targetnya Payudara Wanita
    Jenis kejahatan di ibu kota diperkirakan semakin hari semakin beragam. Saat masyarakat dihantui ketakutan akan kesadisan para pelaku pembegalan sepeda motor.

    Kali ini, kepolisian kembali mendeteksi jenis kejahatan baru yang modusnya sangat mirip dengan modus kejahatan pembegalan sepeda motor. Kejahatan jenis baru itu terdeteksi oleh Kepolisian Resor Kota Depok baru-baru ini.

    Meski tidak nyaris sama dengan begal sepeda motor. Namun, jika sudah mulai marak, kejahatan jenis baru ini diperkirakan bakal menjadi biang kerok kecemasan masyarakat khususnya kaum hawa.

    Bagaimana tidak, kejahatan mirip begal sepeda motor itu hanya mengincar korban dari kalangan wanita dewasa saja. Terutama bagi wanita yang mengendarai sepeda motor dalam kegiatan sehari-hari.

    “Kalau begal kan memepet kemudian merampas motor. Nah kalau pelaku jenis ini memepet namun tidak mengambil motor, melainkan meremas payudara korbannya,” ungkap Kapolres Kota Depok, Kombes Pol Ahmad Subarkah kepada VIVA.co.id, Selasa 10 Maret 2015.

    Kapolres menuturkan, para pelaku begal payudara ini juga terkenal sadis, karena target mereka tak hanya meremas payudara wanita, tapi juga tak segan memperkosa korbannya jika korbannya terjatuh saat sepeda motornya dipepet.

    “Pepet, remas, kabur namun ada juga yang diperkosa saat korbannya terjatuh. Nah, kami minta masyarakat untuk lebih waspada,” ujar Subarkah.

    Meski belum ada laporan dari masyarakat tentang kejahatan jenis ini.. Namun kasus ini wajib diwaspadai pasalnya rumor terkait modus ini telah terendus intelijen kepolisian. Dan modus ini pula, sudah diwaspadai jajaran pembina masyarakat kepolisian.

    “Sifatnya baru antisipasi, ini berdasarkan laporan yang saya terima. Kami
    mengimbau, masyarakat khususnya para wanita agar tidak berpakaian yang mengundang kejahatan. Bersikaplah sewajarnya dan lebih hati-hati jika menggunakan motor pada malam hari,” tutur Subarkah.

    Kejahatan begal seksual ini sebenarnya pernah terjadi di Kota Depok. Tapi, para korban enggan melaporkan apa yang telah mereka alami.

    Kejahatan jenis ini pernah menggemparkan warga di Kecamatan Beji, Kota Depok. Pelaku beraksi di lokasi-lokasi kos-kosan wanita khususnya indekos mahasiswi.

    Pelaku mengincar mahasiswi dan wanita pekerja, baik yang tengah jalan kaki seorang diri maupun yang mengendarai sepeda motor sebagai korbannya.

    (vvc/vvc)



    Komentar Pembaca: