Ke Liang Lahat Naik Mobil Alphard

    Senin, 16 Oktober 2017 - 21:20 Editor : Redaksi Dibaca : 358 Views

    Menit.co.id – Deretan mobil multi-purpose vehicle mewah, seperti Toyota Alphard, Hyundai H-1, dan Toyota Hi-Ace, berjajar rapi di rumah duka PT Elim Duta Darma, yang berada di bawah Yayasan Elim. Siapa sangka, mobil berharga ratusan juta hingga miliaran rupiah itu merupakan armada pengantar jenazah.

    “Kita memang punya armada khusus bagi member atau masyarakat yang butuh jasa pengurusan kematian. Bila mau yang eksklusif, kita juga siapkan Alphard,” ujar Direktur PT Elim Duta Darma, Teresa Tejean, saat ditemui detikX di kantornya, Jalan KS Tubun, Palmerah, Jakarta Barat, pekan lalu.

    Elim sudah lebih dari 50 tahun menekuni jasa prosesi kematian, mulai memandikan jenazah, mendandani, dan menyiapkan peti jenazah; menyewakan rumah duka; menyediakan jasa antar-jemput jenazah; hingga mengurus lokasi tempat peristirahatan terakhir.

    Teresa bercerita, Yayasan Elim didirikan pada 1965 oleh Tirta Hadiwana, yang tidak lain adalah kakek Teresa. Awalnya, yayasan sosial itu berdiri untuk menyediakan peti jenazah bagi orang-orang tidak mampu.

    Pasalnya, saat itu kondisi ekonomi Indonesia masih morat-marit. Banyak warga meninggal yang kurang mendapat perhatian. Misalnya jenazah yang dikubur hanya dibungkus tikar dari daun pandan.

    Beberapa tahun kemudian, yayasan ini mendirikan rumah duka. Sebab, banyak warga yang rumahnya tidak memadai untuk menerima banyak tamu pelayat.

    Seiring dengan berjalannya waktu, jasa layanan kematian yang digarap Yayasan Elim bertambah dengan menyediakan mobil antar-jemput jenazah, pemandian, penguburan atau kremasi, hingga proses pengurusan surat-suratnya.

    Jadi warga yang sedang berduka tidak perlu repot-repot lagi mengurus ini dan itu jika ada salah satu anggota keluarganya yang meninggal.

    “Proses dari supplier peti jenazah ke yayasan kedukaan atau event organizer kedukaan berjalan sejak tujuh tahun lalu,” terang Teresa.

    Layanan yang diberikan Elim tidak sebatas untuk masyarakat dari agama tertentu. Seluruh penganut agama serta adat tertentu di Indonesia bisa ditangani.

    Hanya, khusus untuk konsumen beragama Islam, biasanya peti mati hanya diperlukan untuk membawa jenazah. Saat di liang lahat, jenazah hanya diselimuti kain kafan.

    Sementara itu, prosesi memandikan, mensalatkan, serta mengkafani diurus masyarakat di daerah konsumen. Praktis, pelayanan terhadap konsumen muslim hanya berupa antar jenazah serta pencarian lokasi pemakaman sesuai dengan keinginan keluarga.

    Elim bekerja sama dengan sejumlah tempat pemakaman umum di seantero Jakarta. Bahkan sudah punya kerja sama dengan pemakaman elite, seperti San Diego Hills di Karawang, Jawa Barat, dan beberapa pemakaman mewah lainnya.

    “Kadang ada pula warga yang ingin pemakaman dilakukan di halaman belakang rumah atau tempat pemakaman keluarga. Itu juga kita layani,” tutur Freddy Tanudjaja, Managing Director PT Elim Duta Darma, yang ikut mendampingi Teresa dalam sesi wawancara.

    Ditambahkan Freddy, Elim adalah event organizer kedukaan yang membuka layanan 24 jam. Selain yang tercatat sebagai anggota atau member, masyarakat umum bisa mendapatkan layanan Elim. Bahkan, kata Freddy, yayasan Elim akan menggratiskan biaya bagi warga tidak mampu.

    “Syaratnya ada keterangan dari RT/RW yang menerangkan bahwa warga bersangkutan tidak mampu. Akan kami layani secara gratis,” ujar Freddy.

    Selama ini, berdasarkan data di Yayasan Elim, sudah ribuan warga yang dilayani. Banyak di antaranya merupakan tokoh atau pejabat. Itu sebabnya, mobil mewah jadi salah satu varian angkutan jenazah yang disiapkan lantaran tokoh atau pejabat umumnya minta prosesi pemakaman dilakukan secara ‘wah’.

    Layanan antar jenazah dengan mobil mewah rupanya sudah menjadi bagian dari gaya hidup warga di Jakarta yang sedang berduka. Keinginan tersebut kemudian direspons oleh sejumlah penyedia layanan kedukaan di Jakarta. Mereka pun menyiapkan mobil mewah sebagai kendaraan terakhir di dunia bagi si jenazah.

    Selain Elim, event organizer kedukaan bernama Yayasan Bunga Kamboja (YBK) juga menyiapkan mobil mewah, di antaranya Alphard. Yayasan yang beralamat di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, inilah yang melayani prosesi pemakaman Olga Syahputra pada 28 Maret 2015.

    Mobil Alphard bernomor polisi B-877-LO digunakan untuk menjemput jenazah Olga di Cargo 530 Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke rumah duka di Perumahan Kaveling DKI, Jalan Kresna Raya No 4, RT 11 RW 06, Duren Sawit, Jakarta Timur.

    “Terakhir itu, Julia Perez yang pakai yayasan ini,” kata seorang perempuan yang bertugas di bagian call center YBK saat dihubungi detikX.

    Julia Perez, yang meninggal pada 10 Juni 2017, diangkut mobil Hi-Ace bernomor polisi B-7011-PDA dari RS Cipto Mangunkusumo ke rumah duka di Cibubur serta ke TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.

    Selain mobil mewah, YBK menyediakan ambulans standar, antara lain mobil Isuzu dan Hyundai. Khusus untuk mobil mewah, tentunya akan dikenakan harga khusus.

    “Untuk pengantaran dengan Alphard atau Vellfire, dikenakan biaya tambahan sekitar Rp 3,5 juta untuk di dalam Kota Jakarta. Kalau luar kota, beda lagi harganya,” tutur petugas YBK yang enggan disebutkan namanya.

    Kebutuhan mobil mewah untuk mengantar jenazah saat ini memang sudah menjadi tren. Hal inilah yang menginspirasi Mitsuoka Motor Co Ltd, Jepang, menyulap mobil mewah, seperti Alphard dan Vellfire, menjadi mobil jenazah.

    Mitsuoka dalam sebuah pernyataan resmi bulan lalu menyebutkan mobil ini merupakan penggabungan antara sleeping car dan funeral car. Sleeping car adalah kendaraan yang biasa membawa mayat dari rumah sakit ke rumah duka, sementara funeral car digunakan dari rumah duka ke tempat pemakaman.

    Di Jepang, dua kendaraan ini biasanya berbeda. Mitsuoka juga mengklaim, dalam beberapa tahun terakhir, gaya mobil pemakaman mewah semacam ini populer di kalangan masyarakat.

    Sumber: detikX



    Komentar Pembaca: