Kepala BNN Sebut Kapal Sunrise Glory Bukan Sekali Masuk ke Indonesi

    Senin, 12 Februari 2018 - 22:43 Editor : Redaksi Dibaca : 237 Views

    Menit.co.id – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengungkapkan kapal Sunrise Glory yang membawa narkotika jenis sabu seberat satu ton sudah beberapa kali masuk ke Indonesia.

    “Ini ada beberapa kali kapal ini masuk ke Indonesia, jadi akan kami dalami, kami kembangan dengan seluruhnya,” kata pria yang juga dikenal dengan sapaan Buwas itu di Pangkalan TNI AL Batam, Minggu (11/2).

    Selain itu, kata Buwas, informasi yang diperoleh BNN sebelumnya adalah kapal Sunrise Glory tersebut dikabarkan membawa sabu seberat tiga ton.

    Namun, dalam penangkapan dan penemuan yang dilakukan oleh TNI AL, BNN, serta Bea Cukai hanya menemukan sabu seberat satu ton saja.

    “Ini sedang kita kembangkan bersama TNI AL, ini masih dicari ya karena informasi yang kita dapat pertama adalah tiga ton dari kapal ini,” tutur Buwas.

    Lebih lanjut, Buwas juga menyampaikan, BNN terus melakukannya pendalaman guna membongkar jaringan peredaran narkoba yang diduga merupakan jaringan internasional.

    BNN pun melakukan kerjasama internasional dengan China, Thailand, dan Australia untuk mengembangkan berbagai informasi terkait jaringan narkoba itu.

    “Ya ini jaringan internasional, dan kami sudah telusuri lama,” ucap Buwas.

    Buwas juga menurutkan peredaran narkoba ini harus segera ditindaklanjuti dan membutuhkan keseriusan negara untuk bisa mengatasinya.

    Dirinya pun menyinggung sejumlah wilayah di Indonesia yang dinilai rawan terhadap penyelundupan narkoba dari luar negeri. Beberapa di antaranya adalah wilayah Sumatra Utara, Aceh, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.

    Sebelumnya, Kapal Sunrise Glory berbendera Singapura yang dinakhodai Chen Chung Nan ditangkap satuan patroli TNI AL di perairan Selat Philip, provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu, sekitar 14.00 WIB.

    Penangkapan tersebut dilakukan karena kapal memasuki perairan Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapura dan memiliki dokumen palsu.

    Saat kapal tiba di Dermaga Lanal Batam, tim gabungan TNI, Badan Narkotika Nasional dan Bea Cukai pun melakukan pengecekan lalu menemukan narkotika jenis sabu sebanyak 41 karung beras dengan berat sekitar satu ton.

    (cnn/cnn)



    Komentar Pembaca: