Korupsi Rigid Beton, Kejati Sumut Tahan 10 Rekanan Dinas PU Sibolga

    Kamis, 2 November 2017 - 20:29 Editor : Redaksi Dibaca : 241 Views

    Menit.co.id Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) menahan 10 tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengerjaan rigid beton di Kota Sibolga pada 2015, Kamis (2/11/17).

    Mereka ditahan setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 Wib. “Seluruh tersangka yang ditahan merupakan rekanan. Mereka merupakan bagian dari 13 tersangka yang sudah ditetapkan penyidik beberapa waktu lalu,” kata Tumpal Hasibuan, kepala tim penyidikan dugaan korupsi proyek pengerjaan rigid beton di Dinas PU Kota Sibolga.

    Kesepuluh tersangka yang ditahan yakni Jamaluddin Tanjung, Direktur Pt Barus Raya Putra Sejati, Ivan Mirza, Direktur PT Enim Resco Utama, Yusrilsyah, Direktur PT Swakarsa Tunggal Mandiri, Pier Ferdinan Siregar, Direktur PT Arsiva, Mahmuddin Waruwu, Direktur PT Andhika Putra Perdana.

    Kemudian, Erwin Daniel Hutagalung, Direktur PT Gamox Multi Generalle, Hobby S Sibagariang, Direktur PT Bukit Zaitun, Gusmadi Simamora, Direktur PT Andika Putra Perdana, Harisman Simatupang, Wakil Direktur CV Pandan Indah dan Batahansyah Sinaga, Direktur VIII CV Pandan Indah.

    Para tersangka ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan. Mereka ditahan hingga 20 hari ke depan sembari proses pemberkasan.

    Kasus tindak pidana korupsi yang membelit para tersangka berawal dari laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pelaksanaan 13 kontrak peningkatan hotmix menjadi perkerasan beton semen (rigid beton).

    Pengerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi, tidak sesuai dengan kontrak dan dinyatakan selesai meskipun belum rampung.

    Dana proyek rigid beton di Kota Sibolga ini bersumber dari DAK tambahan usulan daerah yang tertuang dalam DPA Dinas PU Sibolga TA 2015. Nilai kontraknya sebesar Rp 65 miliar. “Kerugian negara berdasarkan hasil audit BPK sebesar Rp 10 miliar, ” sebut Tumpal.

    Tiga tersangka lain segera diperiksa. Mereka dipanggil untuk datang pada Selasa (7/11). “Ketiganya dari pihak penyelenggara yaitu Kadis PU Sibolga inisialnya MP dan PPK serta ketua Pokja,” jelas Tumpal.

    Sumber: merdeka.com



    Komentar Pembaca: