KPK Bidik Hakim Lain Terkait Perkara Pedata PT Aquamarine

    Rabu, 23 Agustus 2017 - 17:51 Editor : Redaksi Dibaca : 169 Views

    Menit.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami peran hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menangani perkara perdata antara Eastern Jason Fabrication Services Pte Ltd dengan PT Aquamarine Divindo Inspection.

    PT Aquamarine diduga menyuap panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Tarmizi lewat kuasa hukumnya Akhmad Zaini, agar dimenangkan dalam perkara itu.

    “Nanti pasti akan (didalami peran hakim), mengikuti pemeriksaan dan proses pengadilan, biar bisa terungkap,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo kemarin, Selasa (22/8).

    Majelis hakim yang menyidangkan perkara perdata Eastern Jason dan PT Aquamarine yakni Djoko Indiarto sebagai ketua dan Sudjarwanto serta Agus Widodo masing-masing sebagai anggota.

    Dalam putusannya, majelis hakim menolak gugatan Eastren Jason, yang secara langsung memenangkan PT Aquamarine.

    Ditolaknya gugatan perdata Eastern Jason sejalan dengan keinginan pihak PT Aquamarine, yang disinyalir memberikan uang suap ke Tarmizi sebesar Rp425 juta.

    Agus menceritakan kronologi kasus kedua perusahaan tersebut. Menurut Agus, PT Aquamarine yang bergerak di bidang konstruksi dan survei bawah laut itu terlibat wanprestasi terhadap Eastern Jason.

    Pada 4 Oktober 2016, PT Eastern mengajukan gugatan perkara perdata wanprestasi PT Aquamarine ke PN Jaksel, yang teregister nomor 688/Pdt.G/2016/PN JKT.SEL.‎

    Eastern Jason selaku pihak penggugat, menuntut pembayaran ganti rugi senilai kurang lebih US$7,6 juta dan Sing$131 ribu ke PT Aquamarine selaku pihak tergugat.

    Agus menyebut untuk memuluskan rencana agar majelis hakim PN Jaksel menolak gugatan itu, Akhmad selaku kuasa hukum PT Aquamarine berkomunikasi dengan Tarmizi.

    Disepakati nilai uang pelicin sebesar Rp400 juta. Namun total uang yang diberikan Akhmad ke Tarmizi sebesar Rp425 juta secara bertahap sejak Juni 2017 lalu.

    Dikonfirmasi terpisah, Humas PN Jaksel I Made Sutrisna menyatakan, pihaknya telah membentuk tim internal untuk memeriksa adanya hubungan antara dugaan suap ke Tarmizi dengan putusan yang diambil majelis hakim.

    Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Mereka di antaranya Tarmizi, Akhmad dan Direktur Utama PT Aquamarine Yunus Nafik. Ketiga tersangka itu juga telah ditahan KPK di lokasi berbeda.

    (cnn/cnn)



    Komentar Pembaca: