KPK Cegah Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia ke Luar Negeri

    Selasa, 18 September 2018 - 10:13 Editor : Redaksi Dibaca : 85 Views

    Menit.co.id Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah bos Borneo Lumbung Energi, Samin Tan untuk bepergian ke luar negeri.

    Pencegahan ini dilakukan KPK terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.

    “Dilakukan pencegahan ke luar negeri untuk enam bulan ke depan terhadap saksi Samin Tan dari pihak swasta,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/9).

    Febri menyatakan, pencegahan ini dilakukan lantaran tim penyidik masih membutuhkan keterangan Samin Tan dalam mengusut sengkarut kasus suap proyek PLTU Riau-1. Dengan pencegahan ini, Samin Tan dipastikan berada di Indonesia saat tim penyidik membutuhkan keterangannya.

    “Pencegahan ke luar negeri dilakukan untuk membantu proses penyidikan agar saat dibutuhkan keterangan saksi yang bersangkutan tidak sedang berada di luar negeri,” kata Febri.

    Nama Samin Tan bukanlah nama baru dalam bisnis sektor energi, minyak dan batu bara. Dengan perusahaan utama PT Borneo Lumbung Energy, Samin Tan bahkan tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2011 dengan kekayaan 940 juta dolar atau di peringkat ke-28.

    Belum diketahui secara pasti kaitan Samin Tan dengan kasus suap proyek PLTU Riau-1. Namun, Samin Tan diduga mengetahui banyak hal mengenai sengkarut kasus ini hingga membuatnya dicegah bepergian ke luar negeri.

    Dalam mengusut kasus ini, tim penyidik memeriksa Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono dan Dirut Pertamina, Nicke Widyawati.

    Dalam pemeriksaan terhadap Bambang, tim penyidik mengklarifikasi sejumlah hal. Salah satunya mengenai peran Eni dalam mengurus proyek PLTU Riau-1.

    Sementara untuk Nicke, pemeriksaan hari ini merupakan penjadwalan ulang dari pemeriksaan yang seharusnya dilakukan pada Senin (3/9) lalu.

    Nicke diperiksa lantaran pernah menjabat Direktur Perencanaan PLN. Untuk itu, dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Nicke mengenai proses perencanaan proyek PLTU Riau-1.

    “Kami juga mengklarifikasi adanya dugaan pertemuan antara saksi dengan tersangka EMS (Eni Maulani Saragih) sebelumnya pada proses perencanaan proyek PLTU Riau-1 itu,” kata Febri

    Sumber: Suara Pembaruan



    Komentar Pembaca: