Menelusuri Kantor Uber Usai Kasus Suap Mencuat

    Jumat, 22 September 2017 - 16:56 Editor : Redaksi Dibaca : 189 Views

    Menit.co.id – Bangunan tiga lantai dengan dominasi tembok batu berwarna hitam itu tampak ramai. Puluhan motor berjejalan di halaman depan yang terpisah oleh pagar dengan bangunan utama.

    Di depan pagar berwarna hijau tampak spanduk yang terpasang seadanya, bertuliskan ‘Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama, powered by Uber’. Di halaman depan yang luas itu, tampak puluhan motor terparkir rapi bercampur dengan mobil.

    Demikian pemandangan di salah satu kantor operasional Uber di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kantor operasional ini adalah satu dari dua kantor yang ada di Jakarta. Satu kantor operasional lain terletak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

    Kantor ini digunakan untuk melakukan perekrutan dan layanan mitra pengemudi Uber.

    Selain itu, dalam situs resminya Uber juga menyebutkan kalau kantor ini digunakan untuk pelatihan penggunaan aplikasi, dukungan pembayaran, dukungan aktivasi, dukungan akun pengemudi, pengambilan jaminan dan atribut pengemudi.

    Lokasi kantor ini terletak di kawasan perumahan. Selain pemukiman warga, hanya fasilitas publik yang nampak di daerah ini. Rumah warga tampak di seberang kantor.

    Sementara Puskesmas Kelurahan Kebon Jeruk berdiri bersebelahan dengan kantor ini. Tak jauh, ada pula Gereja Maria Bunda Karmel, serta TK, SD, SMP, SMA Katolik Sang Timur.

    Dipenuhi mitra pengemudi

    Dari pengamatan CNNIndonesia.com, kantor Uber ini memang tampak ramai. Halaman depannya penuh dengan motor dan mobil yang sedang parkir. Beberapa kali terjadi antrean kendaraan karena harus melintasi depan kantor Uber yang penuh sesak.

    Kantor ini atas nama Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama sebagai naungan bagi pengemudi mobil Uber seperti diamanatkan dalam Permen Kemenhub (dok. CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

    Sejumlah mitra pengemudi tampak mendatangi kantor ini. Kebanyakan adalah mereka yang ingin mendaftar sebagai mitra pengemudi Uber, baik motor atau mobil.

    Kantor ini juga jadi tempat bagi mereka yang ingin memperbaiki aplikasi yang bermasalah. Pada umumnya, mereka yang datang dengan alasan ini adalah para pengemudi yang mendapat hukuman berupa penangguhan dari Uber sehingga mereka tak bisa beroperasi.

    “Tadi pagi mau narik, aplikasinya enggak bisa. Tadi mereka bilang sih karena saya pernah enggak pakai jaket,” jelas Andri, warga Kalideres yang tengah mengadukan nasib di kantor operasional ini.

    Sementara suasana di dalam kantor Uber tampak lebih tenang. Di sana nampak antrean tertib para pengunjung yang menunggu giliran, sampai dilayani oleh petugas.

    Macet

    Seorang petugas keamanan perumahan setempat mengatakan kalau kantor Uber ini sempat mengundang keluhan dari warga. Alasannya, lalu lintas di kawasan perumahan jadi terlampau ramai dan menimbulkan kemacetan.

    Ia menjelaskan puncak kemacetan biasanya terjadi ketika jam sekolah bubar. Sebab, para penjemput harus melewati depan kantor Uber yang selalu ramai.

    Salah satu kantor operasional Uber di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta (dok. CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

    “Di kantor ini juga pernah ada demo, tapi demo dari pengemudinya sendiri,” ucap pria yang tak mau disebutkan namanya itu.

    Saat ini Uber tengah didera kasus dugaan suap kepada polisi setempat terkait izin lokasi operasional salah satu kantornya di Jakarta. Otoritas Amerika Serikat disebut-sebut tengah menyelidiki masalah kecurangan ini.

    Satu permasalahan yang dihadapi Uber adalah dugaan penggunaan kantor yang tidak berada di zona bisnis. Namun hingga kini, soal lokasi kantor mana yang dipermasalahkan masih menjadi tanda tanya.

    Saat CNNIndonesia.com mencoba mengontak manajemen Uber untuk mengonfirmasikan tuduhan ini, manajemen Uber bungkam. Public Relations Manager Uber Indonesia, Dian Safitri melemparkannya ke pihak agensi humas perusahaan tersebut.

    Sementara agensi Humas Uber saat dihubungi menyatakan Uber masih menolak berkomentar terkait masalah ini. “Saat ini, pihak Uber tidak dapat memberikan pernyataan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut,” demikian tulis agensi tersebut.

     

    (cnnc/cnn)



    Komentar Pembaca: