Modus Walkot Cilegon Terima Suap Manfaatkan Klub Sepak Bola

    Sabtu, 23 September 2017 - 20:37 Editor : Redaksi Dibaca : 260 Views

    Menit.co.idWali Kota Cilegon Iman Ariyadi telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus suap untuk memuluskan perizinan analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) pembangunan Transmart.

    Selain Wali Kota Cilegon, KPK juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka. Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menuturkan, KPK menemukan modus baru dalam kasus suap ini.

    “Dalam OTT ini KPK mengungkap modus baru yakni melalui saluran corporate social responsibility (CSR) klub sepakbola CU (Cilegon United) untuk menerima suap,” ujar Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (23/9).

    Basaria menjelaskan, perusahaan penyuap yakni PT BA dan Wali Kota Cilegon memanfaatkan klub sepakbola itu untuk menyamarkan uang suap.

    Tujuannya agar dana yang masuk dari perusahaan tercatat sebagai dana CSR. Dugaannya, tidak semua dana CSR perusahaan benar-benar masuk ke klub sepakbola itu. “Diduga hanya sebagian bantuan yang disalurkan,” tegasnya.

    Untuk diketahui, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan. Kali ini OTT berlangsung di wilayah Provinsi Banten. 10 Orang diamankan dan dibawa ke kantor KPK sejak Jumat (22/9) malam.

    “Kami konfirmasi, ada tim Penindakan KPK yang ditugaskan di daerah Banten. Sampai tengah malam hari Jumat 22 September 2017, OTT yang dilakukan KPK masih berjalan. Sejauh ini diamankan sekitar 10 orang, di antaranya Kepala Daerah, pejabat Dinas dan swasta,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi, Sabtu (23/9).

    Terkait kasus yang menjerat para pelaku, Febri menyebut transaksi soal perizinan. “Diindikasikan ada transaksi terkait dengan proses perizinan kawasan industri di salah satu kabupaten/kota di Banten. Ada uang ratusan juta yang diamankan sebagai barang bukti,” jelasnya.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: