Pekan Depan Polda Metro Jaya Periksa Direktur Utama Allianz

    Kamis, 28 September 2017 - 14:49 Editor : Redaksi Dibaca : 407 Views

    Menit.co.id – Direktur Utama PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling beserta Manager Claim, Yuliana Firmansyah akan diperiksa Direktorat Reskirmsus Polda Metro Jaya pekan depan.

    Pemeriksaan tersebut terkait dengan dugaan pelanggaran UU Konsumen. “Rencananya minggu depan akan dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada pada Kamis (28/9).

    Menurut Argo, penetapan tersangka sudah sesuai prosedur. Beberapa pihak sudah diperiksa oleh kepolisian, diantaranya saksi dan ahli terkait kasus yang menjerat tersangka.

    “Semua saksi dan saksi ahlinya sudah kita lakukan pemeriksaan, ditemukan adanya pidana UU Perlindungan Konsumen,” jelas Argo dikutip dari laman Republika.

    Penetapan tersangka Joachim dan Yuliana dilakukan setelah kepolisian menerima laporan atas nama Irfanius A Gadri. Pelapor mengaku dirugikan saat mengajukan proses kalim asuransi kesehatan Allianz.

    Sampai saat ini, kepolisian baru menerima satu laporan dari masyarakat. Namun kepolisian membuka diri jika ada korban serupa yanh hendak mengajukan laporan.

    Sebelumnya Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Yusep menegaskan bahwa tahapan kasus sudah sampai lada proses penyidikan dan penetapan tersangka.

    Kepolisian juga sudah memegang alat bukti yang cukup serta melalukan gelar perkara. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus juga telah dikirim oleh penyidik ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

    Kasus bermula ketika Ifranius berobat dua kali rawat inap karena mengalami keracunan makanan. Setelah itu, korban harus membayar biaya sekitar Rp 16 juta. Kemudian ia mengajukam klaim asuransi.

    Namun Allianz menolak pencairan klaim asuransi yang diajukan korban. Alasan yang disampaikan ialah korban tidak bisa melengkapi salah satu persyaratan. Yaitu menyerahkan rekam medis.

    Padahal di dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), rekam medis bersifat rahasia. Di dalam permenkes disebutkan bahwa rekam medis hanya boleh dikeluarkan oleh pihak rumah sakit apabila ada ketetapan dari pengadilan atau perintah kepolisian.

    Kedua tersangka dijerat dengan pasal penolakan klaim kesehatan dengan alasan di luar dari perjanjian polis. Sebagaimana pasal 8 ayat (1) huruf f, pasal 10 huruf (c), dan Pasal 18 jo Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 63 huruf f UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

    (zik/zik)



    Komentar Pembaca: