Penjelasan Menpora Imam Nahrawi Soal Ramai Kasus Dana Kemah Rp 2 Miliar

    Selasa, 27 November 2018 - 12:02 Editor : Redaksi Dibaca : 23 Views

    Menit.co.id Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi akhirnya buka suara terkait kasus dugaan penyimpangan dana apel dan kemah pemuda Islam 2017 yang melibatkan organisasi Pemuda Muhammadiyah. Imam mengakui jika ide dasar kegiatan tersebut diinisiasi olehnya.

    “Saya sampaikan bahwa ide dasar dari kemah itu memang saya yang menginisiasi, berangkat dari sebuah keinginan bahwa sudah saatnya pemuda Muhammadiyah, pemuda NU Banser-Ansor bisa melakukan upaya-upaya yang konkrit bisa menguatkan silaturrahim menguatkan ukhuwah,” papar Imam saat ditemui di Dyandra Convention Center, Surabaya, Minggu (25/11/2018).

    Namun Imam menegaskan jika pihaknya tak memiliki niatan untuk menjebak atau melakukan ‘permainan’ dengan kegiatan ini. Hal ini secara tidak langsung menampik pernyataan sejumlah petinggi Muhammadiyah yang menyebut adanya ‘permainan’ dari kegiatan kemah pemuda ini.

    “Dan apel itu alhamdulillah betul terjadi dengan baik, kompak, 20-an ribu orang, masing masing 10 ribu dari Kokam, 10 ribu dari Banser. Tidak ada sedikitpun niatan ini menjadikan salah satu pihak dijebak. Yang ada niatan kami betul-betul ukhuwah antara NU dan Muhammadiyah betul terbukti dan alhamdulillah dilaksanakan dengan baik,” jelas Imam.

    Untuk menuntaskan persoalan ini, Imam mengaku telah meminta kepada Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak untuk mencari siapa yang melaporkan adanya ‘permainan’ dalam kegiatan ini.

    Bahkan Imam mengaku mendengar isu ini telah berhembus sebelum Muktamar Pemuda Muhammadiyah yang sedianya akan digelar pada tanggal 25-28 November 2018 di Yogyakarta.

    Namun usai dilakukan pemeriksaan oleh BPK, tetap saja tak ditemukan temuan apapun. Meski demikian, Imam tak ingin kemudian muncul saling tuduh di antara pihak-pihak yang terlibat.

    “Saya sampaikan dulu bahwa pemeriksaan waktu itu tidak ada apapun dari BPK, kemudian tiba-tiba sekarang menjelang muktamar muncul isu seperti itu. Kemarin bertemu dengan saudara Dahnil saya sampaikan tolong cari tahu siapa pelapornya. Jangan sampai kemudian menuduh atau membawa suatu yang tidak penting untuk dipublikasikan,” pungkasnya.

    Imam Nahrawi Bantah Jebak Muhammadiyah

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membantah pihaknya sengaja menjebak atau mengerjai Muhammadiyah terkait kasus dugaan penyelewengan dana apel dan kemah pemuda Islam 2017.

    Menurutnya, kegiatan kemah pemuda yang diinisiasinya ini murni untuk membangun ukhuwah antara NU dan Muhammadiyah.

    “Tidak ada sedikitpun niatan ini menjadikan salah satu pihak dijebak. Yang ada niatan kami betul-betul ukhuwah antara NU dan Muhammadiyah,” tegas Imam dikutip dari breakingnews saat ditemui di Dyandra Convention Center, Surabaya, Minggu (25/11/2018).

    “Kami dari kementerian tidak menemukan itu (penyelewengan dana). Saya terkejut sekali kenapa tiba-tiba muncul hari ini seakan-akan ini diinisiasi maupun didorong oleh saya yang notabenya kader NU,” lanjutnya.

    Politikus PKB itu mengaku tidak tahu menahu menahu soal adanya dugaan penyelewengan dana tersebut. Setahu Imam, Dahnil sempat menyampaikan kepadanya jika isu ini bisa jadi dilemparkan oleh oknum jelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah yang sedianya akan digelar pada tanggal 25-28 November 2018 di Yogyakarta.

    “Tidak sama sekali, saya tidak tahu. Tapi Bang Dahnil menyampaikan ke saya bahwa ini mungkin atmosfer yang terjadi karena menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah,” kata Imam.

    Sebelumnya, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, setelah diperiksa pada Jumat (23/11) malam, mengatakan inisiasi dibuatnya kegiatan bersama Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor berasal dari Menpora Imam Nahrawi.

    Imam, menurut Dahnil, ingin dibuatkan kegiatan bersama yang intinya dimaksudkan agar menunjukkan tidak ada konflik horizontal di masyarakat di tengah isu-isu negatif soal pemerintah.

    Mulanya PP Pemuda Muhammadiyah mengusulkan kegiatan pengajian akbar di 5 kota. Namun atas dorongan Kemenpora, kegiatan berubah menjadi apel dan kemah pemuda di Prambanan pada 2017.

    (Detik/Breakingnews)



    Komentar Pembaca: