Polisi Amankan Dukun Paslu dari NTB Mengaku Bisa Gandakan Uang

    Selasa, 4 Desember 2018 - 09:07 Editor : Redaksi Dibaca : 38 Views

    Menit.co.id Polisi meringkus dua orang petani yang mengaku bisa menggandakan uang hingga miliaran rupiah di Kota Pekanbaru, Riau. Keduanya warga asal Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) bernama Ismalil (50) dan Ahmad (32).

    “Penangkapan ini berdasarkan laporan korban, ada tiga orang yang melapor tertipu oleh dua dukun palsu ini,” ujar Kanit Reskrim Polsek Limapuluh Iptu Abdul Halim, Senin (3/12).

    Salah satu korban, Andre Antoni mengaku ditipu oleh Ismail pada pertengahan Oktober 2018 lalu. Korban yang merupakan warga Pekanbaru mengenal kedua tersangka ketika berada di NTB.

    “Kemudian korban mengundang kedua pelaku untuk datang ke Pekanbaru. Saat kedua pelaku sudah tiba, korban mengajak temannya agar ikut menggandakan uang,” jelas Halim.

    Andre mengajak tiga temannya, yaitu Rydo Setiawan, Isnaini Herawati dan Helmiyani. Akhirnya uang berhasil terkumpul hingga Rp 149 juta. Uang tersebut diserahkan korban ke Ismail.

    Melihat banyak calon korbannya, Ismail melancarkan aksinya. Dia menyusun strategi dan melakukan sebuah ritual layaknya seorang dukun profesional.

    “Jadi dilakukan lah ritual untuk menarik uang secara gaib. Pelaku menjanjikan bisa menggandakan uang 4 hingga 5 miliar dari uang yang diserahkan korban sebanyak Rp 149 juta,” ujar Halim.

    Agar korbannya percaya, pelaku menggunakan kardus, kain putih dan hitam, botol air mineral, gulungan kertas panjang, plastik berisikan kapur, daun sirih, benang, jarum, pinang dan tisu serta dupa sebagai peralatan untuk ritual.

    “Saat ritual berlangsung, uang seolah-olah dimasukkan ke dalam kardus yang ditutup dengan kain putih dan hitam. Kotak itu baru bisa dibuka seminggu setelah ritual,” kata Halim.

    Para korban pun langsung pulang usai ritual dilakukan di sebuah hotel. Namun karena penasaran, korban membuka kotak tersebut. Ternyata isi kotak tersebut adalah kertas biasa.

    “Uang ratusan juta yang disetor korban dibagi-bagi oleh kedua pelaku. Mereka berencana mau langsung pulang ke NTB,” kata Halim.

    Para korban bergegas melaporkan kejadian itu ke Polsek Lima Puluh. Kemudian petugas mencari pelaku dan berhasil mengamankan dukun palsu di sebuah hotel.

    Kedua pelaku pun tak bisa kembali ke kampung halamannya karena harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. “Kedua pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,” pungkasnya.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: