Polisi Berhasil Mengungkap Pelaku Pembunuhan Tukang Ojek

    Minggu, 17 September 2017 - 15:59 Editor : Redaksi Dibaca : 359 Views

    Menit.co.id – Teka-teki penyebab kematian tukang ojek bernama Muklis (45), warga Jalan Bukit Barisan, Gang Hibirida, Kecamatan Tenayanraya, Kota Pekanbaru, akhirnya terungkap.

    Sebelumnya, mayat korban ditemukan sepekan lalu dengan kondisi leher dijerat pakai tali nilon hingga tewas dan dibuang ke dalam parit.

    Kapolres Siak AKBP Restika Perdamean Nainggolan mengatakan, pelaku pembunuhan terhadap tukang ojek tersebut bernama Yohanes Simbolon (23), warga Jalan Arbes Ujung, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

    Tersangka ditangkap unit Reskrim Polsek Kerinci Kanan dan Reskrim Polres Siak, Sabtu (16/9) sekitar pukul 10.00 WIB, di Jalan Akasia Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

    “Kemudian petugas membawa tersangka ke Polsek Pangkalan Kerinci untuk diintrogasi. ‎Tersangka mengakui perbuatannya menghabisi korban dengan cara berpura-pura menggunakan jasa ojek korban. Minta diantar dari Pekanbaru ke Kerinci,” kata Restika kepada merdeka.com, Minggu (17/9).

    Setelah tiba di lokasi kejadian, tersangka pelaku menjerat leher korban dengan tali yang sudah dipersiapkan dengan tujuan untuk menguasai kendaraan korban dan harta milik korban.

    “Perbuatan yang dilakukan pelaku ini bisa dikategorikan dalam pembunuhan berencana,” ucap Restika.

    Awal mula ditemukannya mayat korban, pada Sabtu (9/9) sekitar pukul 15.30 WIB, tiga orang warga hendak memancing dan mencium bau tak sedap. Ternyata bau itu berasal dari mayat di dalam parit, tak jauh dari tempat ketiga warga memancing.

    Temuan mayat inipun diberi tahu kepada Bhabinkamtibmas Simpang Perak Jaya, Aipda Hendri, atas informasi tersebut personel Polsek Kerinci Kanan dipimpin Kapolsek AKP Herman Pelani langsung mendatangi lokasi.

    “Saat itu, kondisi korban tangan dan kaki dalam keadaan terikat dengan menggunakan tali plastik. Akhirnya tersangka pembunuhan ditangkap seminggu setelah ditemukan jenazah korban,” pungkas Restika.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: