Polres Bengkalis Berhasil Gagalkan Kasus Human Trafficking

    Selasa, 30 Januari 2018 - 20:32 Editor : Redaksi Dibaca : 339 Views

    Menit.co.id – Sebanyak 23 wanita muda dan paruh baya diamankan dari sebuah rumah toko alias ruko di kawasan Kabupaten Bengkalis.

    Puluhan wanita dari berbagai daerah di tanah air itu diamankan usai hendak dijual ke luar negeri setelah dijanjikan mendapat pekerjaan.

    “Dua orang kita tetapkan sebagai tersangka perdagangan orang atau human trafficking dan sudah diamankan. Keduanya warga Bengkalis, pria inisial AG (50) dan wanita Ja (44),” ujar Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni kepada merdeka.com, Selasa (30/1).

    Menurut Abas, sebelumnya petugas mendapat informasi dari masyarakat terjadi tindak pidana perdagangan orang di sebuah ruko jalan Kelapapati Laut Desa Kelapapati Kabupaten Bengkalis, Senin (29/1).

    Para korban disembunyikan di ruko tersebut dan akan diperdagangkan ke luar negeri.

    Dia menambahkan, kedua pelaku diduga melakukan tindak pidana melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang.

    Dalam aturan hukum, keduanya terindikasi melakukan penjeratan hutang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atau orang lain, untuk tujuan mengekspoitasi orang tersebut di wilayah negara Indonesia.

    “Dan juga membantu atau melakukan percobaan untuk melakukan tindak pidana perdagangan orang. Korbannya ada 23 orang wanita dari berbagai daerah yang direkrut mereka,” kata Abas.

    Polisi menjerat kedua tersangka dengan pasal 2 ayat 1 Jo pasal 10 Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

    Adapun korban direkrut dan disembunyikan kedua tersangka di antaranya Khodijah (46), warga Lombok, Muliyani (37), asal Lombok, Anita (29) asal Karawang, Darmini (37) warga Cirebon. Arni (39) asal Bekasi, Yayat Suryati (38) asal Ciamis.

    Yeni (36) asal Sumedang, Eli (28) asal Cianjur, Ratnawati (32) asal Lombok, Yuyun (37), asal Bandung, Parihin (36) asal Korleko, Salem (41), asal Subang. Mimin (37), asal Subang, Tarpiah (37) asal Brebes, Elis Susanti (39) asal Tebet, Jaksel, RY (17) asal Subang, Anis (31) asal Bandung.

    Sul (17) asal Sukabumi, Lidia (30) asal Kodi, Evi (39) asal Gegesik, Wastina (42) asal Bogor, Surtini (21) asal Indramayu, Siti Veronika (25) asal Bandung.

    “Saat ini, 23 orang perempuan yang menjadi korban perdagangan orang tersebut dibawa ke Polres Bengkalis untuk dilakukan pemeriksaan dan proses selanjutnya,” pungkas Abas.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: