Polres Dumai Amankan Kapal Muatan 325 Balpres dari Malaysia

    Senin, 12 Maret 2018 - 21:19 Editor : Redaksi Dibaca : 181 Views

    Menit.co.id – Satuan Polisi Air Polres Dumai mengamankan satu kapal motor bernama Flora Jaya yang diduga membawa pakaian bekas selundupan dari luar negeri Malaysia.

    Nakhoda dan anak buah kapal tidak berada di lokasi kapal saat ditemukan di tengah laut Perairan Sei Sembilan, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sei Sembilan Kota Dumai, Riau.

    “Penyidik reskrim Polair masih menyelidiki siapa yang membawa kapal bermuatan pakaian bekas yang diselundupkan dari luar negeri itu,” ujar Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamaian Nainggolan, Senin (12/3).

    Pakaian bekas yang dibalut dalam 325 bal itu kemudian dibongkar dari kapal dan dimuat ke dalam Colt Diesel yang disewa polisi. Lalu barang bukti pakaian bekas itu dibawa ke Mapolres Dumai. Alasan polisi menyita barang-barang itu karena bagian dari tindak pidana.

    “Sudah jelas Undang-undang yang dilanggar adalah UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang kepabeanan juncto UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan,” kata Restika.

    Penemuan kapal itu berkat adanya informasi masyarakat yang menyebutkan adanya kapal di perairan tengah laut tersebut membawa barang mencurigakan. Kemudian, temuan itu dilaporkan ke polisi.

    Dari informasi itu, petugas gabungan Polres Dumai dan Polsek Sei Sembilan berangkat ke tengah laut menggunakan kapal patroli KP IV – 1205 untuk melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut.

    “Setela tiba, polisi menemukan KM Flora Jaya GT 84 No 254 PP yang bermuatan Pakaian Bekas sejumlah 325 Bal yang ditinggalkan pemiliknya,” katanya.

    Selanjutnya barang bukti pakaian bekas, dibongkar dan diangkut menggunakan Mobil Colt Disel ke Mapolres Dumai sedangkan Barang Bukti Kapal masih kandas di Sei Sembilan, setelah air pasang penuh kapal ditarik ke Sat Polair Polres Dumai.

    “Kita koordinasi dengan Bea Cukai Dumai serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemko Dumai. Selain itu, Sat Polair dan Sat Reskrim menyelidiki terhadap pemilik barang pakaian bekas dan pemilik kapal,” tegas Restika.

    (zik/zik)



    Komentar Pembaca: