PPATK Bakal Telusuri Belasan Rekening Kelompok Saracen

    Kamis, 31 Agustus 2017 - 09:51 Editor : Redaksi Dibaca : 211 Views

    Menit.co.id – Kepolisian Republik Indonesia akan memeriksa seluruh anggota sindikat pengujar kebencian bermuatan SARA, Saracen.

    Pemeriksaan terhadap nama yang tercantum dalam struktur organisasi Saracen, merupakan bagian dari pendalaman polisi dalam menguak kasus tersebut.

    Dalam struktur organisasi Saracen, nama-nama tenar seperti Mayjen (Purnawirawan) Ampi Tanudjiwa dan Eggi Sudjana memang tercantum sebagai daftar Dewan Penasihat. Kepolisian menegaskan, akan memeriksa siapapun yang terlibat dalam kasus ini.

    “Informasi apa saja yang terkait dengan Saracen, akan kami uji. Kami akan bandingkan dengan fakta yang ada. Tentu kami akan melakukan pemeriksaan,” kata Kepala Badan Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul di Jakarta, Rabu malam 30 Agustus 2017.

    Sebelumnya, Kepolisian telah membekuk tiga orang yang diduga menjadi pengurus sindikat Saracen. Mereka adalah pria berinisial MFT yang ditangkap pada pertengahan Juli, kemudian JAS dan SRN yang diringkus pada awal Agustus 2017 lalu.

    Meski demikian, aparat akan menelusuri jejak-jejak kelompok Saracen yang masih tersisa, melalui akun-akun yang selama ini diduga sebagai bagian dari sindikat tersebut. Apalagi setelah ditelusuri hingga saat ini, ada kemungkinan jumlah kelompok yang ditangkap bisa bertambah.

    “Dia (tersangka) menyebut ada beberapa nama. Ini juga yang terakhir, yang bersangkutan menyampaikan bahwa (pembuatan struktur organisasi) itu wacana. Sekali lagi, keterangan dari tersangka akan digunakan penyidik untuk membandingkan, serta menguji dengan fakta yang diperoleh dari jejak digital,” kata dia.

    Selain telah menemukan jejak digital, Kepolisian juga mengaku menemukan belasan rekening yang nantinya akan ditelusuri aliran dananya oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Maka dari itu, diharapkan para tersangka yang diringkus bisa bersikap kooperatif dalam kasus ini.

    “Ini akan menjadi catatan penyidik, nanti yang akan disampaikan kepada penuntut. Tentu ini akan mempersulit yang bersangkutan juga pada proses persidangan nanti,” pungkasnya.

    (vvc/vvc)



    Komentar Pembaca: