Taktit KPK Hadapi Jurus Ngeles Setya Novanto Jalan Pemeriksaan

    Rabu, 20 September 2017 - 09:41 Editor : Redaksi Dibaca : 205 Views

    Menit.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto. Ketua Umum Partai Golkar itu rencananya diperiksa sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

    Namun, Setnov diperkirakan kembali tak memenuhi panggilan KPK. Penyebab ketidakhadiran Setnov pada panggilan ini lantaran masih tersandung persoalan kesehatan.

    Jika pada panggilan pertama Setnov beralasan sakit vertigo, kali ini ketua umum Partai Golkar itu mengaku sedang menjalani katerisasi jantung di rumah sakit. Setnov yang sebelumnya dirawat di RS Siloam kini dipindah ke RS Premiere Jatinegara.

    “Tadi malam pas saya datang, dia kelemesan. Jadi dipasang masker itu. Saya bicara sama dokternya. Apakah itu vertigonya dari situ, saya enggak tahu kan ya. Yang jelas dokter akan ambil tindakan itu kan. Setelah dokter selesai, diambil itu sampel darahnya kan. Untuk ambil tindakan, apakah di ginjalnya dulu atau di sinusitisnya dulu. Kalau pusingnya dari sinusitisnya dulu, berarti dari sinusitisnya.” jelas kakak Novanto, Setyo Lelono di RS Premier Jatinegara, Selasa (19/9).

    Penyebab Setya Novanto mengalami penyakit ini tidak lain karena masalah pekerjaan yang menumpuk. Sehingga Setnov kurang memerhatikan kondisi kesehatannya.

    Terlebih lagi, Setnov juga terbilang takut dengan dokter. Mungkin bisa jadi, karena penyebab itulah penyakit Setya Novanto jadi menumpuk.

    Menurut Lelono, penyakit Setnov memang sudah terbilang lama. Tapi baru diketahui sekarang. “Saya belum tahu nih, apakah sinus dulu atau ginjal (ditangani). Mudah-mudahanlah cepat sembuh,” katanya.

    Dia mengatakan, adiknya memilih rumah sakit ini karena nyaman. Dia mengatakan, kalau pelayanan suster yang membuat nyaman Setnov untuk dirawat di rumah sakit ini. Misalnya, suster bernyanyi saat memeriksa kesehatan Setnov.

    “Dia di sini dapat dokter yang enjoy. Saya tanya di sini gimana prosesnya? Iya susternya nyanyi-nyanyi waktu diambil tindakan kan itu dia bilang. Susternya nyanyi-nyanyi yaa itu kan cara membuat nyaman. Menjadi tenang. Ya mudah-mudahan dengan proses ini berjalan, kesembuhan cepat didapatkan. Yang ditakutkan kan gulanya. Karena penyakit gulanya. Tensinya naik lagi,” kata Lelono.

    Selain itu, rumah sakit Premier Jatinegara juga menjadi rumah sakit yang pernah merawat ibu dari Setnov saat operasi jantung. Kemungkinan penyakit Setnov yang saat ini dialami merupakan penyakit turunan.

    Namun masalah kesehatan Setnov tak membuat KPK berencana menunda pemeriksaan. KPK mempunyai taktik menghadapi jurus ngeles Setnov menjalani pemeriksaan tersebut.

    Salah satunya berkonsultasi dengan tim dokter. Juru bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, pihaknya telah berdiskusi dengan tim dokter KPK mendiskusikan kesehatan Setnov dengan tim dokter yang merawat ketua umum partai Golkar itu.

    “Kami bertanya kepada dokter spesialis jantung yang menangani SN dan kemudian dijawab bahwa pemeriksaan diprediksikan bisa dilakukan, namun harus melihat perkembangan kondisi sampai besok Rabu,” ujar Febri di gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (19/9).

    Dia juga menjelaskan, pada prinsip hukum pemeriksaan terhadap saksi ataupun tersangka tidak hanya terpaku dengan kondisi kesehatan yang bersangkutan. Menurutnya, hal mendasar dari pemeriksaan yakni kemampuan saksi atau tersangka menjawab serta merespon pertanyaan penyidik.

    “Jadi yang paling penting dan mendasar adalah dalam kondisi seseorang yang dilihat dalam hukum adalah apakah yang bersangkutan fit to be questioned (sehat untuk menjawab pertanyaan) atau tidak,” tukasnya.

    Kendati demikian, dia enggan memastikan pemeriksaan Setnov Rabu besok, tergantung kondisi kesehatannya. Dia mengatakan, pihaknya saat ini belum mengambil langkah-langkah lanjutan terhadap rencana pemeriksaan.

    Dia memastikan saat ini, tim penyidik masih berdiskusi terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan terhadap Setnov.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: