Kekhawatiran Aburizal Bakrie dan Lima Kelompok Besar di Partai Golkar

    Senin, 5 Februari 2018 - 20:26 Editor : Redaksi Dibaca : 222 Views

    Menit.co.id – Sebanyak 261 Nama pengurus baru Partai Golkar yang diumumkan oleh Airlangga Hartarto pada 22 Januari lalu rupanya tak membuat semua kader beringin puas. Bahkan ada upaya dimotori kelompok tertentu untuk menggoyang kepemimpinan Airlangga yang baru 2 bulan menjabat.

    Dalam sejumlah diskusi, diketahui aksi dilakukan untuk mendeskreditkan kepemimpinan Airlangga. Hal ini yang membuat Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) khawatir. Ical mendengar dan diadukan oleh para kader yang tak puas dengan Airlangga.

    Ketua Koordinator bidang Pemenangan Pemilu wilayah Sumatera Partai Golkar, Indra Bambang Utoyo mengatakan, mereka yang tak puas karena tidak dapat jabatan di pengurus Golkar. Padahal, sudah merasa menjadi bagian dari tim pemenangan Airlangga jadi ketum pada Munaslub Desember 2017 lalu.

    Indra tak mau mengungkap sosok yang tak puas itu. Dia hanya menyindir bahwa di internal Golkar memang ada kelompok-kelompok besar seperti yang diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Munaslub Golkar pertengahan Desember tahun lalu.

    “Kalau kita dengar pidato pembukaan presiden pada waktu Munaslub Desember lalu itu, kan presiden bilang beliau melihat ada lima kelompok besar di Golkar. Ada kelompok Pak Luhut, Pak JK, ARB, dan Akbar Tandjung dan Agung Laksono,” kata Indra saat dihubungi merdeka.com, Senin (5/2).

    Indra mengakui, ada upaya mendowngrade kredibilitas Airlangga. Hal itu terlihat dari beberapa diskusi yang dilakukan oleh kelompok tertentu. Sayang, Indra menolak mengomentari siapa yang mengorganisir diskusi yang dinilai merugikan citra Airlangga tersebut.

    Indra juga mengungkap, memang ada satu dua kader yang curhat kepada dirinya tentang Airlangga. Dalam curhat itu, orang tersebut mempertanyakan kenapa tak masuk pengurus. Padahal sudah ikut menyukseskan Airlangga terpilih sebagai ketua umum.

    “Ada beberapa kelompok mengadakan didskusi, intinya mempertanyakan kredibilitas penyusunan pengurus Golkar, mereka kumpul-kumpul katakanlah mengkritik Airlangga. Itu mungkin bagian dari tidak puas yang dari kelompok tersebut,” jelas Indra.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: