Partai Gerindra Minta Parpol Tidak Lolos Verifikasi Tak Bikin Gaduh

    Selasa, 3 Oktober 2017 - 20:01 Editor : Redaksi Dibaca : 225 Views

    Menit.co.id – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria meminta kepada semua partai politik yang tidak lolos verifikasi harus menerima dengan lapang dada.

    “Kalau tidak lolos harus sportif dan tidak membuat kegaduhan. Parpol yang lolos juga tidak perlu berlebihan,” kata Ahmad Riza Patria di KPU, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Oktober 2017.

    Partai Gerinda sendiri sudah siap mendaftar sebagai peserta pemilihan umum 2019 ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat.

    “Kita sudah mempersiapkan jauh-jauh hari, dan tidak di hari akhir (pendaftaran),” ujarnya.

    Riza, yang merupakan Wakil Ketua Komisi II DPR ini mengaku sudah mengetahui tanggal pendaftaran peserta pemilu ke KPU, tetapi ia enggan mengumumkan sekarang.

    Parpol yang akan mengumumkan dan membawa semua berkas persyaratan yang diminta KPU,” katanya.

    Saat ini, KPU telah membuka pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu 2019 yang dimulai hari ini, 3 Oktober 2017 hingga 17 Februari 2018 mendatang.

    Jadwal Lengkap Pemilu 2019

    Komisi Pemilihan Umum telah menyusun Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019.

    Seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, setkab.go.id, Selasa, 3 Oktober 2017, langkah itu sebagai tindak lanjut dari ketentuan Pasal 167 ayat (8) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

    Dalam PKPU yang ditandatangani oleh Ketua KPU Arief Budiman pada 4 September 2017 itu disebutkan, pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019, sudah harus didaftarkan pada 4-10 Agustus 2018.

    Adapun tahapan pemilu, menurut PKPU itu, terdiri atas: a. Sosialisasi; b. Perencanaan program dan anggaran serta penyusunan peraturan pelaksanaan penyelenggaraan pemilu; c. Pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih; d. Pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu; e. Penetapan peserta pemilu; f. Penetapan jumlah kursi dan penetapan daerah pemilihan; g. Pencalonan presiden dan wakil Presiden serta anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota; h. Masa kampanye pemilu; i. Masa tenang; j. Pemungutan dan penghitungan suara; k. Penetapan hasil pemilu; dan l. Pengucapan sumpah/janji presiden dan wakil presiden serta anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

    Dalam hal pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden dilakukan putaran kedua, menurut PKPU itu, tahapan pemilu mencakup: a. Sosialisasi; b. Pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar Pemilih; c. Kampanye; d. Masa tenang; e. Pemungutan dan penghitungan suara; f. Penetapan hasil pemilu; dan g. Pengucapan sumpah/janji presiden dan wakil presiden.

    Secara garis besar jadwal tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019 adalah sebagai berikut:

    1. Pendaftaran calon Anggota DPD: 2 Juli 2018–8 Juli 2018.

    2. Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD: 21 September 2018–23 September 2018.

    3. Pengajuan daftar calon Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota: 4 Juli 2018–17 Juli 2018.

    4. Pengumuman DCT Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota: 21 September 2018–23 September 2018.

    5. Pendaftaran pasangan calon presiden–wakil presiden: 4 Agustus 2018–10 Agustus 2018.

    6. Penetapan dan pengumuman pasangan calon peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden: 20 September 2018.

    7. Penetapan nomor urut pasangan calon: 21 September 2018.

    8. Kampanye calon Anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta pasangan calon presiden dan wakil presiden: 23 September 2018–13 April 2019.

    9. Masa tenang: 14 April 2019–16 April 2019.

    10. Pemungutan dan penghitungan suara: 17 April 2019.

    11. Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu tingkat nasional: 25 April–22 Mei 2019.

    12. Peresmian keanggotaan: a. DPRD kabupaten/kota: Juli-Agustus 2019; b. DPRD provinsi: Juli-Agustus 2019; dan c. DPR dan DPD: Agustus-September 2019.

    Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Putaran Kedua:

    1. Sosialisasi: 18 Juni 2019–3 Agustus 2019.

    2. Kampanye putaran II: 22 Juni 2019–3 Agustus 2019.

    3. Masa tenang: 4 Agustus 2019–6 Agustus 2019.

    4. Pemungutan suara: 7 Agustus 2019.

    5. Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilu tingkat nasional: 15 Agustus–1 September 2019.

    6. Penetapan hasil pemilu: 2 September 2019–4 September 2019.

    7. Penetapan hasil pemilu pasca putusan Mahkamah Konstitusi (jika ada sengketa): 17 September 2019–23 September 2019.

    8. Sumpah janji pelantikan presiden dan wakil presiden: 20 Oktober 2019.

    “Peraturan Komisi ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 5 Peraturan KPU Nomor: 7 Tahun 2017, yang telah diundangkan oleh Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM, Widodo Ekatjahjana, pada 5 September 2017 itu.

    Sumber: Viva



    Komentar Pembaca: