Partai Golkar Perintahkan Dedi Mulyadi Lobi PDI Perjuangan

    Kamis, 28 Desember 2017 - 16:15 Editor : Redaksi Dibaca : 230 Views

    Menit.co.idPartai Golkar memerintahkan calon gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjalin komunikasi dan lobi ke sejumlah partai seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk Pilgub Jawa Barat 2018.

    Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, peta calon gubernur Jawa Barat masih cair.

    “Kami sudah memerintah Dedi Mulyadi untuk melakukan lobi politik pada PDIP maupun Demokrat maupun partai lain yang belum ada calon pastinya, termasuk ke PKB,” kata Nurdin saat dihubungi, Kamis (28/12).

    Menjelang pemilihan gubernur Jawa Barat 2018, sejumlah partai telah menyatakan mengusung jagoannya. PKS, Gerindra dan PAN telah menyatakan berkoalisi untuk mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu sebagai cagub dan cawagub.

    NasDem, PPP, dan PKB rencananya akan mengusung Ridwan Kamil. Sedangkan Golkar dan Demokrat akan mengusung Dedi Mulyadi-Deddy Mizwar.

    Sedangkan PDIP belum mengumumkan nama calon yang akan diusung. PDIP berhak untuk mengusung calon sendiri karena memiliki 20 kursi di DPRD Jabar, sesuai batas syarat pencalonan.

    Nurdin mengatakan, Golkar memberi waktu kepada Dedi sampai akhir bulan ini untuk melakukan lobi tersebut. Nantinya Golkar menyerahkan hasil kepada Dedi.

    “Sepenuhnya kami serahkan pada Pak Dedi apakah berpasangan dengan PDIP, apakah berpasangan dengan Deddy Mizwar. Kemungkinan yang akan terjadi adalah Dedi-Anton Charliyan atau Dedi-Deddy,” katanya.

    Menurut Nurdin, dalam menentukan pasangan, Golkar tidak terlalu mempersoalkan elektabilitas calon, melainkan kecocokan antarcalon ketika bekerja nantinya.

    Selain soal calon, Nurdin menilai, instrumen partai juga penting untuk menjamin stabilitas pemerintahan ketika terpilih nantinya.

    “Golkar, PDIP, Demokrat memiliki instrumen partai yang sangat bagus di Jawa Barat. Kalau bisa tiga partai ini berkoalisi ini sangat bagus,” ujarnya.

    Kata Nurdin, lobi juga akan langsung dilakukan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan ketua umum parpol lainnya.

    Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga mengatakan, partainya bakal menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan Golkar dan Demokrat jika duet Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar diresmikan.

    Hingga pengumuman kemarin, menurut Eriko belum ada komunikasi lagi yang dijalin dengan Golkar, meski sebelumnya sudah intensif terutama di tingkat pengurus daerah.

    (cnn/cnn)



    Komentar Pembaca: