Petinggi PKB Sebut Mungkin Pak Mahfud MD Masih Emosi

    Kamis, 16 Agustus 2018 - 12:17 Editor : Redaksi Dibaca : 83 Views

    Menit.co.id Para petinggi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi bagian dari yang dianggap Mahfud MD sebagai pihak yang menjegal dirinya terpilih sebagai calon wakil presiden (cawapres).

    Bersama Ma’ruf Amin yang akhirnya dipilih sebagai cawapres, PKB dianggap Mahfud sebagai unsur yang menekan Joko Widodo (Jokowi). Soal tekanan ke Jokowi itu diungkap oleh Mahfud dalam acara Indonesian Lawyers Club, Selasa (14/8) malam.

    Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB Lukman Edy menilai banyak hal yang sebenarnya tidak diketahui oleh Mahfud MD dalam konteks cerita pencapresan 2019. Mahfud dinilainya hanya bercerita hal yang dia tahu, sebagian lagi yang dia tak ketahui sama sekali tak terbuka.

    “Tapi kita hormati apa yang terjadi, ya mungkin Pak Mahfud masih emosi. Walaupun dikatakan legowo kan tapi masih nendang sana nendang kemari. Ya jadi, emosi itu masih ada,” kata Lukman, Rabu (15/8).

    Dia menambahkan pihaknya yakin ke depan suasana hati Mahfud akan lebih adem.

    Beberapa hal diklarifikasi oleh Lukman. Di acara ILC, Mahfud mengatakan sempat bertemu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebelum deklarasi.

    Kata Lukman, pascapertemuan dengan Mahfud, Cak Imin menyatakan bahwa Mahfud adalah keluarga besar PKB. Hal itu adalah kenyataan karena ketika hendak menjadi calon hakim Mahkamah Konstitusi, PKB yang mengusulkan dan memperjuangkannya agar bisa diterima fraksi-fraksi di DPR.

    “Dan pascapernyataan Cak Imin seperti itu, isu tentang Pak Mahfud adalah NU atau tidak NU itu kan sudah tidak lagi beredar. Sudah cair. Dan saya kira Pak Jokowi mendengar pernyataan Cak Imin itu,” kata Lukman Edy.

    Lukman juga menekankan dugaan Mahfud MD bahwa namanya berada di posisi teratas bakal cawapres pada 9 Agustus lalu tidak sepenuhnya benar. Pada saat itu sebenarnya justru nama-nama bakal cawapres Jokowi menjadi bias kembali.

    “Bahkan nama-nama lain yang beredar, dua ketum, mulai dipertimbangkan kembali oleh Pak Jokowi. Yakni Muhaimin dan Airlangga, itu beredar di internal kita. Kemudian nama-nama lain Pak Moeldoko menguat, Pak Chairul Tanjung bahkan menguat,” kata Lukman.

    Karena itulah, kata dia, sebagian dari apa yang disampaikan Mahfud memang ada benarnya, tetapi hal tertutup yang tak diketahui oleh Mahfud juga tetap tidak terbuka.

    “Dan ada sebagian yang beliau tidak ceritakan yang beliau ketahui,” imbuhnya.

    Ketika ditanya soal adanya kolaborasi Ma’ruf, Cak Imin, dan Said Agil Siroj untuk menjegal Mahfud sebagai cawapres, Lukman mengatakan pihaknya tak bisa menduga apa yang sebenarnya diperbincangkan tiga tokoh itu. Pertemuan ketiganya terjadi beberapa hari sebelum pengumuman cawapres Jokowi.

    Namun, Lukman mengatakan dirinya bisa memastikan pembicaraan di kantor Nahdatul Ulama (NU) itu pasti konstruktif. Sebab, tak mungkin PB NU sampai berpolitik.

    “Jadi sampai tunjuk nama (cawapres) itu enggak mungkin, PBNU kan sadar juga positioning-nya bukan parpol,” kata dia.

    Sumber: BeritaSatu.com



    Komentar Pembaca: