Poltracking Indonesia Menilai Pengembalian Mandat Azwar Anas Belum Final

    Minggu, 7 Januari 2018 - 12:52 Editor : Redaksi Dibaca : 244 Views

    Menit.co.id – Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menilai, pengembalian mandat Abdullah Azwar Anas sebagai bakal Cawagud Jatim kepada PDIP belum final. Menurut dia masih ada beberapa kemungkinan untuk bisa menentukan siapa calon yang mendampingi Gus Ipul.

    “Menurut saya ada dua kemungkinan. Tapi mundurnya Anas ini kan belum final. Karena masih ada waktu sampai tanggal 8 sampai 10 pendaftaran. Kalau kita berpikir di luar itu bisa jadi akhirnya tetap Azwar Anas,” kata Hanta usai diskusi Refleksi tahun 2017 dalam menghadapi tahun politik 2018 di Restoran Ayam Suharti, Jakarta Selatan, Sabtu (6/1).

    Hanta juga menilai hal tersebut bisa jadi strategi politik Anas, agar persoalan negatifnya diselesaikan. Dan tetap Azwar Anas mendampingi Gus Ipul maju di pertarungan Pilgub Jatim.

    “Ini bisa jadi strategi politik karena persoalan negatifnya sudah dihabiskan sudah diledakkan di awal di hulunya ketimbang ini meledak di ujung, berbahaya. Karena ini selesai, bagian dari strategi dan tetap Azwar Anas menjadi cawagubnya Gus Ipul,” tambah Hanta.

    Kemudian menurut Hanta jika kasus ini terus bergulir maka elektabilitas pun dapat berpengaruh, dan strategi tersebut menurutnya juga belum bisa tentu efektif. Kemungkinan kedua jika benar di titik akhir Anas mundur, PDIP pun harus mencari pengganti.

    Salah satunya penggantinya harus bisa melawan pesaingnya, yaitu Khofifah Indar Parawansa. Karena menurut dia, Khofifah adalah pesaing yang cukup kuat dan memiliki rekam jejak yang baik.

    Hanta pun menyarankan agar Gus Ipul memilih wakilnya yang memiliki suara terbanyak di Mataraman. Karena menurut Hanta, Khofifah memiliki suara di Mataraman yang dipegang oleh Emil Dardak. Salah satu nama yang bisa mendampingi Gus Ipul yaitu Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

    “Karena itu Gus Ipul butuh wakil yang relatif kuat secara elektabilitas kalau nama mungkin ada Bu Risma kan di PDIP, tapi secara antropologi sosiologis pemilih juga memperhatikan sisi Mataraman karena tapal kuda arek Madura kan karena Gus Ipul kuat di tapal kuda maka Gus Ipul wakilnya idealnya di Mataraman, itu yang diambil Bu Khofifah,” tutup Hanta.

    Diketahui sebelumnya, Anas mengembalikan mandat penugasan bakal Cawagub Jatim ke PDIP. Sebelumnya, Anas bakal mendampingi Cagub Gus Ipul pada Pilgub Jatim 2018.

    Namun saat ini PDIP berkeras belum memutuskan bahkan membahas terkait pengganti Anas di pertarungan Pilgub Jatim.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: