Facebook Blokir Akun Sejumlah Jenderal yang Sebar Kebencian

    Rabu, 29 Agustus 2018 - 14:10 Editor : Redaksi Dibaca : 75 Views

    Menit.co.id Pemblokiran ini pertama kali dilakukan oleh Facebook terhadap akun pemimpin militer maupun politik di suatu negara. Pemblokiran ini tidak dapat digugat.

    Facebook memblokir akun sejumlah pejabat militer dan beberapa akun pengguna di Myanmar pada Senin kemarin. Keputusan itu dilakukan karena akun-akun tersebut digunakan untuk menyebarkan kebencian dan informasi salah yang menyulut kekerasan terhadap etnis Rohingya.

    Pemblokiran ini pertama kali dilakukan oleh Facebook terhadap akun pemimpin militer maupun politik di suatu negara. Juru bicara Facebook, Ruchika Budhraja, mengatakan bahwa pemblokiran ini tidak dapat digugat.

    Facebook juga menghapus banyak akun yang terlibat kampanye menggunakan bahan berita maupun opini seolah-olah independen. ” Namun berita dan opini tersebut mendorong pesan-pesan militer Myanmar,” ucap Budhraja, dikutip dari Alarabiya, Selasa 28 Agustus 2018.

    Keputusan Facebook diambil beberapa jam setelah penyidik PBB merilis laporan yang menyatakan militer Myanmar telah melakukan pembunuhan massal dan pemerkosaan kepada Muslim Rohingya dengan niat genosida.

    Dalam laporan itu, Komandan Angkatan Bersenjata Myanmar dan sejumlah jenderal harus dituntut karena mendalangi aksi kejahatan di bawah hukum yang paling mengerikan.

    Temuan PBB Jadi Dasar Keputusan Facebook

    Menurut Budhraja, Facebook menjadikan temuan penyelidik PBB, laporan media, dan informasi dari kelompok advokasi, seperti Amnesty International dan Human Right Watch, sebagai dasar pertimbangan perusahaan mengambil keputusan.

    Facebook juga menolak memberikan ruang bagi para pejabat terkait untuk memberikan klarifikasi.

    Tindakan Facebook berarti menghentikan secara penuh akses terhadap akun grup militer yang selama ini menjadi sarana komunikasi lembaga keamanan itu. Halaman grup militer telah diikuti jutaan orang kini sudah tidak lagi tersedia.

    Terkait hal ini, juru bicara Pemerintah Myanmar, Zaw Htay, tidak bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Dia hanya mengatakan telah meminta Facebook memberikan penjelasan mengenai pemblokiran tersebut.

    “Secara khusus, kami telah memblokir 20 akun warga Burma baik individu maupun organisasi dari Facebook, termasuk Jenderal Senior Min Aung Hlaing. komantan angkatan bersenjata, dan jaringan televisi militer Myawady,” demikian keterangan Facebook.

    “Secara rinci, kami telah memblokir 18 akun Facebook, satu akun Instagram, dan 52 halaman yang diikuti lebih dari 12 juta orang,” demikian keterangan perusahaan rekanan Facebook, Menlo Park.

    Hasil Investigasi PBB

    Laporan PBB menyatakan Min Aung Hlaing selaku komandan angkatan bersenjata Myanmar serta lima jenderal lainnya harus bertanggung jawab atas kekerasan kepada Muslim Rohingya.

    Akun milik Min sempat dapat diakses beberapa saat setelah pengumuman. Akun tersebut disukai sebanyak 1,3 juta orang. Penyidik PBB juga menyatakan Facebook menjadi alat yang berguna bagi mereka untuk menyebarkan kebencian.

    Sumber: dream



    Komentar Pembaca: