Kominfo Ancam Blokir WhatsApp Kalau Tak Hapus Konten Negatif

    Senin, 6 November 2017 - 18:53 Editor : Redaksi Dibaca : 310 Views

    Menit.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengancam layanan perpesanan WhatsApp untuk secepatnya bersih-bersih konten negatif pada mediumnya. Sebab, kalau tidak, pemerintah akan memblokir layanan besutan Facebook tersebut.

    “WhatsApp jangan lepas tangan dan harus ditindaklanjuti. Dalam 2×24 jam setelah notice tidak ada respons, kami akan men-telegram-kan (melakukan blokir),” kata Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo (Aptika), Semuel Abrijani Pangerapan di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin 6 November 2017.

    Ia melanjutkan, mengacu dari laporan 2×24 jam maka tanggapan harus masuk dan diterima Kominfo pada Rabu, 8 November 2017.

    Pria yang akrab disapa Semmy itu menegaskan, Kominfo telah memblokir aplikasi Tenor, aplikasi pihak ketiga yang terkoneksi dengan WhatsApp. Tenor merupakan aplikasi mitra yang menyediakan konten GIF di WhatsApp.

    Dengan demikian, Sammy berharap, WhatsApp juga bertindak agar konten negatif tidak tersebar di pengguna Indonesia.

    Facebook sendiri sudah respons kita. Mereka mengaku ini konten pihak ketiga. Karena itu mereka meminta kita untuk mengontak pihak ketiga. Kami tidak mau,” ujar Sammy.

    Penolakan dilakukan karena, menurut Sammy, itu sama saja perusahaan teknologi milik Mark Zuckerberg ini lepas tanggung jawab. Padahal, Tenor itu masuk di dalam sistem layanan aplikasi WhatsApp.

    “Mereka harus take down, atau minimal, tidak bisa diakses dari Indonesia. Kita sebagai bangsa besar harus tegak lurus sama aturan,” tutur Sammy.

    Sebelumnya, dalam keterangan resmi, Senin, 6 November 2017, WhatsApp menjelaskan bahwa konten GIF pada platformnya bukan dalam kendali sistem mereka. Konten itu merupakan layanan yang tersedia dari luar WhatsApp.

    “Di Indonesia, WhatsApp memungkinkan orang untuk mencari GIF dengan menggunakan layanan pihak ketiga. Kami tidak bisa memonitor GIF di WhatsApp karena konten di WhatsApp memiliki enkripsi end-to-end,” Juru bicara WhatsApp kepada VIVA.co.id melalui email.

    WhatsApp mengatakan, mereka siap untuk memantau konten yang disediakan oleh mitra.

    “Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk secara langsung bekerja sama dengan layanan pihak ketiga tersebut dalam memonitor konten mereka,” ujar WhatsApp.

    Kominfo Sudah Blokir 6 DNS Konten Porno

    Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, institusinya sudah mengirim surat teguran tiga kali ke Facebook soal konten porno di WhatsApp.

    Facebook merupakan pemilik aplikasi messaging terkenal itu.

    “Tanggal 4, 5 dan 6 November 2017. Kita ingin mereka men-take down. Selain itu, kami juga sudah melakukan pemblokiran terhadap enam DNS (Domian Name System) yang terkait dengan konten pornografi,” kata pria yang akrab disapa Sammy itu di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin 6 November 2017.

    Dalam keterangannya, WhatsApp menegaskan konten GIF yang ada medium mereka merupakan layanan dari pihak ketiga yakni aplikasi Tenor.

    Kominfo membeberkan, keenam DNS yang diblokir adalah tenor.com, api.tenor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com dan media1.tenor.com.

    Sammy menuturkan, Tenor adalah pihak ketiga alias mitra WhatsApp yang menyediakan konten. Walau demikian, Kominfo tegas menginginkan agar layanan milik Facebook itu tidak boleh lepas tangan.

    “Karena ada di dalam layanannya. Kita minta mereka jangan lepas tangan. Kita desak mereka untuk melakukan pembersihan. WhatsApp harus menaati apa yang diminta pemerintah Indonesia, ” ungkapnya.

    Sumber: viva.co.id



    Komentar Pembaca: