Tiga Bahaya yang Sering Dianggap Remeh saat Menggunakan Facebook

    Kamis, 22 Maret 2018 - 09:49 Editor : Redaksi Dibaca : 123 Views

    Menit.co.id Masyarakat Indonesia bahkan dunia seolah sudah ketergantungan dengan media sosial khususnya facebook. Media sosial ini dicintai karena memungkinkan seseorang berhubungan kembali dengan teman lama tanpa harus bertemu muka.

    Namun, media sosial saat ini sering kali disalahgunakan untuk hal yang negatif oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab. Banyak orang tak sadar dan menjadi korban, jika tidak hati-hati dalam bermedsos bisa menjadi bahaya.

    Berikut beberapa bahaya bermedsos di Facebook:

    1. Sering dipakai untuk menyebar hoax
    Bebas dan tidak terbatas sering kali dimanfaatkan sebagian orang untuk menyebar hoax di facebook. Banyaknya informasi hoax membuat masyarakat tak sadar telah teracuni infomasi yang tidak benar. Banyak sekali isinya hoax dan bernada kebencian.

    Terbukti, beberapa pekan lalu polisi berhasil mengungkap akun-akun penyebar hoax. Salah satunya adalah Saracen Cyber Team.

    “Kelompok Saracen memiliki struktur sebagaimana layaknya organisasi pada umumnya dan telah melakukan aksinya sejak bulan November 2015,” kata Kasubdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar.

    Dari kasus tersebut, kita harus mengambil manfaat agar lebih cerdas, bijak dan berhati-hati lagi untuk menggunakan akun media sosial.

    2. Berkenalan di media sosial
    Dalam mencari teman di media sosial harus hati-hati. Banyak oknum yang tidak bertangung jawab melakukan modus penipuan mulai dari perkenalan yang berujung penyesalan.

    Hal ini biasanya menimpah kaum remaja yang dengan mudah termakan rayuan, berawal kenalan kemudian bertukan kontak sampai akhirnya bertemu dan sering kali berakhir dengan tidak kekerasan seksual atau pemerkosaan. Bahkan di beberapa kasus nyawa yang menjadi taruhannya.

    Sebagai contoh, beberapa waktu silam, gadis berinisial S (19) dengan Rahmat di jejaring sosial Facebook. S dianiaya kemudian diperkosa oleh Rahmat dan Andre di semak-semak Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa. Sadisnya, pelaku juga menyayat dua urat nadi korban yang sudah tak berdaya.

    Atinah, kakak korban mengatakan, adiknya mengaku berkenalan dengan pria bernama Rahmat di Facebook. Seminggu kemudian, S dijemput oleh Rahmat di rumah Atinah, Komplek Griya Cikande dengan diiming-imingi akan dibelikan baju di Tambak, Serang, Banten.

    3. Penipuan
    Media sosial sering kali dimanfaatkan orang untuk berjualan dengan harga yang jauh di bawah pasar sehingga orang tertarik untuk membeli tanpa harus berpikir panjang. Contohnya seperti TV Plasma, LCD, spare part motor dan mobil dan lain sebagainya.

    Setelah korban melakukan transaksi dan proses pembayaran telah selesai, biasanya barang yang dikirim adalah barang palsu atau bahkan barang rusak atau yang lebih parah lagi, tidak mengirim apapun.

    Namun ada beberapa tips yang bisa dilakukan masyarakat untuk terhidar dari penipuan semacan ini. Pertama, cobalah bandingkan harga barang yang ingin Anda beli dengan berbagai sumber yang dapat dipercaya, apabila beda harga terlalu mencolok sebaiknya langsung dihindari.

    Kemudian Cobalah untuk selalu menelpon mereka, apabila tidak mempunyai contact phone langsung ignore saja. Apabila Anda ingin bertransaksi dalam jumlah yang besar sebaiknya bertemu langsung atau datangi tempat usahanya.

    (mdk/mdk)



    Komentar Pembaca: