10 Warga Negara Indonesia Jadi Tentara Bayaran Ukraina?

Tentara Bayaran Ukraina

MENIT.CO.ID – Rusia baru-baru ini mengungkap adanya 10 warga negara Indonesia jadi tentara bayaran Ukraina. Kabar ini langsung heboh di jagat maya.

Menanggapi klaim Rusia soal 10 warga negara Indonesia jadi tentara bayaran Ukraina, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Nugraha Gumilar buka suara.

Nugraha Gumilar mengatakan, bahwa TNI tidak mengenal adanya tentara bayaran. Dia memastikan 10 orang yang disebut sebagai tentara bayaran asal Indonesia itu bukan berasal dari prajurit TNI.

“Di organisasi TNI tidak mengenal adanya tentara bayaran, dan kami pastikan sejumlah orang yang disebutkan itu bukan dari instansi TNI,” kata Nugraha, Minggu (17/3/2024).

Lantas, benarkah kabar atau isu 10 orang warga negara Indonesia jadi tentara bayaran Ukraina yang dirilis Rusia?

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin menegaskan bahwa informasi soal 10 tentara bayaran Indonesia yang disampaikan Rusia adalah kebohongan.

“Data yang dirilis pada Jumat (15/3/2024) itu adalah kabar bohong,” kata Vasyl menanggapi kabar tentara bayaran asing seperti yang dirilis Rusia.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menilai laporan tentang 10 WNI yang menjadi tentara bayaran Ukraina perlu didalami lebih lanjut.

“Informasi tersebut perlu didalami lebih lanjut,” kata Juru Bicara Kemlu RI Lalu Muhamad Iqbal melalui keterangannya di Jakarta.

Selain perlunya pendalaman lebih lanjut, Lalu juga menyarankan kepada awak media untuk mengonfirmasi kebenaran data tersebut kepada Rusia.

“Silakan bertanya kepada Rusia mengenai data yang mereka miliki,” katanya.

Apa Itu Tentara Bayaran?

Tentara bayaran, atau dikenal juga sebagai “mercenary”, adalah individu yang terlibat dalam pertempuran atau operasi militer demi uang.

Mereka tidak terikat pada loyalitas negara atau ideologi tertentu, dan fokus utama mereka adalah keuntungan pribadi.

Motivasi utama tentara bayaran beragam, seperti:

  • Keuangan: Mendapatkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan tentara regular.
  • Pengalaman: Memperoleh pengalaman tempur dan meningkatkan keahlian militer.
  • Adrenalin: Mencari sensasi dan adrenalin dalam situasi berbahaya.
  • Ideologi: Membela ideologi tertentu, meskipun tidak selalu menjadi motivasi utama.

Sejarah dan Perkembangan

Tentara bayaran sudah ada sejak zaman dahulu, dan telah terlibat dalam berbagai konflik sepanjang sejarah. Pada masa modern, tentara bayaran teroganisir dalam perusahaan militer swasta (PMC) yang menawarkan berbagai layanan, seperti:

  • Keamanan dan pengawalan
  • Pelatihan militer
  • Operasi kontra-pemberontakan
  • Konsultansi keamanan

Status Hukum dan Kontroversi

Keberadaan tentara bayaran menimbulkan kontroversi karena:

  • Loyalitas: Loyalitas mereka dipertanyakan, dan mereka dapat beralih pihak jika mendapat tawaran yang lebih menarik.
  • Pelanggaran HAM: Ada kekhawatiran bahwa tentara bayaran tidak terikat oleh aturan yang sama dengan tentara regular dan lebih mudah melakukan pelanggaran HAM.
  • Akuntabilitas: Sulit untuk menuntut tentara bayaran atas pelanggaran yang mereka lakukan.

Hukum internasional, seperti Konvensi Jenewa, tidak secara eksplisit melarang tentara bayaran. Namun, beberapa negara memiliki undang-undang yang melarang partisipasi warganya dalam kegiatan tentara bayaran.