Apa Penyebab Sri Lanka Bangkrut? Begini Penjelasannya

Penyebab Sri Lanka Bangkrut
Krisis Ekonomi

Menit.co.id – Apa Penyebab Sri Lanka Bangkrut? Begitulah pertanyaan yang saat ini muncul di benak hati masyarakat melihat krisis ekonomi yang terjadi di Sri Lanka.

Melalui artikel ini kamu bisa menemukan apa penyebab Sri Lanka bangkrut hingga berdampak pada eksodus penduduknya.

Ratusan ribu warga Sri Lanka mulai eksodus akibat dampak krisis ekonomi dan berujung bangkrut terhadap negarannya.

Krisis ekonomi membuat pasokan pangan dan energi negara itu lumpuh. Hal ini terkuak dari melonjaknya permintaan paspor.

Dalam lima bulan pertama tahun 2022, pihak Imigrasi Sri Lanka telah mengeluarkan 288.645 paspor, di bandingkan dengan 91.331 pada periode yang sama tahun lalu.

Di Departemen Imigrasi dan Emigrasi, tempat orang mengantre berjam-jam untuk mengambil foto dan sidik jari mereka, pejabat senior mengatakan 160 anggota staf kelelahan.

Mereka berusaha memenuhi permintaan paspor saat ini. Departemen telah memperketat keamanan, memperluas jam kerja, dan melipatgandakan jumlah paspor yang di keluarkan.

Tetapi setidaknya 3.000 orang menyerahkan formulir setiap hari.

“Sangat sulit berurusan dengan masyarakat karena mereka frustrasi dan tidak mengerti bahwa sistem tidak di lengkapi untuk menangani permintaan semacam ini,” kata H.P. Chandralal, pejabat setempat, di kutip dari Reuters, Kamis (23/6/2022).

“Jadi mereka marah dan menyalahkan kami, tetapi tidak ada yang bisa kami lakukan,” tambahnya.

Ini Penyebab Sri Lanka Bangkrut

Sri Lanka sendiri saat ini sudah terjebak oleh krisis pangan dan energi akibat kurangnya cadangan devisa yang di miliki negara itu. Bahkan, inflasi di Negeri Ceylon itu telah melonjak hingga 33%.

Krisis devisa ini salah satunya di sebabkan untuk membayar utang luar negeri. Di ketahui, Sri Lanka paling banyak berutang kepada China dan India.

Selain itu, sumber pemasukan devisa Sri Lanka lainnya seperti dari sektor pariwisata juga menurun. Sektor pendapatan ini semakin terpukul karena pandemi Covid-19.

Kondisi ini pun mendorong pemerintah untuk menutup beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan juga kantor lembaga pemerintahan.

Sementara itu, untuk menanggulangi ini, Kolombo sedang berusaha untuk mengadakan konferensi donor bersama China, India, dan Jepang.

Tak hanya itu, pemerintahan pimpinan Perdana Menteri (PM) Ranil Wickremesinghe itu juga meminta bantuan lembaga moneter global seperti IMF untuk menyelesaikan masalah ini.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS