Hakim Perintah Penyitaan, Crystal Symphony Berubah Haluan ke Bahama

Crystal Symphony

Menit.co.id – Seorang Hakim AS memberikan surat perintah penangkapan kapal pesiar Crystal Symphony, atas kasus belum bayar bahan bakar.

Sebuah kapal pesiar seharusnya berlabuh di Miami malah berlayar ke Bahama. Pelacak kapal pesiar menemukan Crystal Symphony berlabuh di Pulau Bimini, Bahama.

“Kami semua merasa kami di culik oleh bajak laut mewah!” penumpang Stephen Heard Fales di posting di Facebook, melansir dari wsvn.com.

Beberapa penumpang di bawa dengan feri ke Port Everglades di Fort Lauderdale pada hari Minggu. Perjalanan feri tampaknya “tidak nyaman karena cuaca buruk,” menurut pernyataan dari juru bicara Crystal Cruises.

Perusahaan mengatakan para tamu juga di bawa ke bandara lokal, tetapi tidak akan mengomentari “masalah hukum yang tertunda.”

Tidak jelas berapa banyak penumpang di dalamnya, dengan satu outlet berita melaporkan 300 dan lainnya 700. Menurut situs web perusahaan, kapal dapat mengangkut hingga 848 penumpang.

Kapal itu di jadwalkan tiba di Miami pada Sabtu. Tetapi seorang hakim federal di Miami mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk kapal itu Kamis.

Sebuah praktik maritim di mana seorang Marsekal AS naik ke atas kapal dan mengambil alih kapal itu begitu memasuki perairan AS.

Penumpang dan penghibur mengatakan di media sosial bahwa mereka terkejut mengetahui kasus hukum tersebut.

Seorang tamu memposting surat di Facebook dari Crystal Cruises Management yang mengatakan perubahan rencana perjalanan itu karena “masalah operasional non-teknis.”

Gugatan itu di ajukan di pengadilan federal Miami oleh Peninsula Petroleum Far East terhadap kapal di bawah prosedur maritim yang memungkinkan tindakan terhadap kapal untuk utang yang belum di bayar.

Duduk Perkara Crystal Symphony Utang Bahan Bakar

Pengaduan mengatakan Crystal Symphony di sewa atau di kelola oleh Crystal Cruises dan Star Cruises, yang keduanya di tuntut karena pelanggaran kontrak karena di duga berhutang bahan bakar $ 4,6 juta.

Crystal Cruises mengumumkan awal pekan ini bahwa mereka menangguhkan operasi hingga akhir April.

Selain Crystal Symphony, ia memiliki dua kapal lain yang sedang berlayar, yang mengakhiri pelayaran mereka pada 30 Januari di Aruba dan pada 4 Februari di Argentina.

“Menangguhkan operasi akan memberi tim manajemen Crystal kesempatan untuk mengevaluasi keadaan bisnis saat ini dan memeriksa berbagai opsi untuk bergerak maju,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan awal pekan ini.