Gembong Narkoba Fredy Pratama: Jaringan Internasional, Aset Rp 432 Miliar Disita

Gembong Narkoba Fredy Pratama

MENIT.CO.ID – Bareskrim Polri gencar memburu Fredy Pratama, gembong narkoba kelas kakap yang memiliki jaringan internasional.

Upaya ini dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian negara lain, seperti Thailand, Malaysia, dan Australia.

Dalam pertemuan dengan kepolisian Thailand, disepakati untuk menelusuri tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap istri Fredy Pratama di Thailand.

Upaya ini diharapkan dapat melumpuhkan jaringan keuangan Fredy Pratama. Dalam upaya pemberantasan Fredy Pratama tak hanya menyasar jaringan, tetapi juga asetnya.

Bareskrim Polri telah menyita aset milik Fredy Pratama senilai total Rp 432,20 miliar. Aset-aset ini termasuk apartemen, tanah dan bangunan, uang tunai, uang di rekening bank, dan kendaraan bermotor.

Selain penyitaan aset, Bareskrim Polri juga telah menetapkan 60 orang sebagai tersangka dalam kasus jaringan Fredy Pratama. Empat orang di antaranya terkait kasus laboratorium gelap di Sunter.

Bareskrim Polri tidak berhenti di situ. Mereka terus melacak aset-aset Fredy Pratama yang diyakini masih disembunyikan, baik di dalam maupun di luar negeri.

Kerjasama dengan Kepolisian Thailand (Royal Thai Police) pun terus dilakukan untuk melacak aset Fredy Pratama di Thailand.

Perburuan Fredy Pratama menunjukkan komitmen Bareskrim Polri dalam memerangi narkoba. Upaya ini dilakukan dengan cara yang komprehensif, mulai dari menindak jaringan, menyita aset, hingga menjalin kerjasama internasional.

Diharapkan dengan upaya ini, Fredy Pratama dapat segera ditangkap dan diadili, dan jaringan narkobanya dapat diberantas.