Imran Khan Niazi Jadi Korban Penembakan dan Terluka Parah

Imran Khan

Menit.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Imran Khan Niazi yang jadi korban penembakan dan mengalami luka parah di bagian tubuhnya pada Kamis, kemarin.

Ini menyusul laporan insiden penembakan yang menimpa lawan politiknya, Imran Khan Niazi, saat menggelar long march Haqiqi Azadi.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Shariff segera merespon dengan mengutuk pelaku sambil menawarkan bantuan untuk penyelidikan.

Melalui cuitannya di twitter, Shariff mengungkapkan kemarahannya atas apa yang terjadi dengan mantan perdana menteri Palestina tersebut.

“Saya mengutuk insiden penembakan terhadap Ketua Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) Imran Khan dengan kata-kata yang paling keras,” tulisnya seperti dimuat UPI News.

PM Shariff menyebut telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melaporkan insiden mengejutkan yang terjadi, serta berharap agar Khan lekas pulih.

“Saya telah mengarahkan menteri dalam negeri untuk segera melaporkan kejadian tersebut. Saya berdoa untuk kesembuhan dan kesehatan ketua PTI dan orang-orang yang terluka lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut PM yang tidak begitu memiliki hubungan dengan Khan karena permasalahan politik itu kemudian mengatakan akan memberikan dukungan yang diperlukan berupa penyelidikan.

“Pemerintah federal akan memberikan semua dukungan yang diperlukan kepada pemerintah Punjab untuk keamanan dan penyelidikan. Kekerasan seharusnya tidak memiliki tempat dalam politik negara kita,” tegasnya.

Imran Khan, mantan perdana menteri Pakistan menjadi korban penembakan di Wazirabad, sekitar 200 km dari ibu kota, Islamabad.

Seorang pejabat dari PTI, Azhar Mashwani, mengatakan jika Imran Khan selamat, namun memperoleh luka bekas tembakan terdapat di kakinya.

Khan bersama enam orang politisi lainnya yang terluka, telah diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit Lahore untuk memperoleh perawatan intensif.

Pelaku penembakan berjumlah dua orang, satu bersenjatakan pistol dan yang satu lagi dengan senapan otomatis. Salah satu dari mereka kemudian ditangkap dan kini masih dalam proses penyelidikan.