Mengenal Nicole Shanahan Cawapres AS, Ini Profilnya

Nicole Shanahan Cawapres AS

MENIT.CO.ID – Nicole Shanahan dipinang menjadi menjadi kandidat calon wakil presiden (cawapres) Amerika Serikat (AS) oleh calon presiden (capres) independen Robert F. Kennedy Jr., Selasa (26/3/2024).

Robert F. Kennedy Jr. adalah keponakan Presiden Amerika ke-35, John F. Kennedy yang menarik perhatian berkat rencana pencalonan dirinya pada Pilpres AS 5 November 2024 nanti.

Pria berjuluk RFK Jr. itu menjadi calon independen dan diprediksi bertarung dengan petahana Presiden Joe Biden serta mantan Presiden AS Donald Trump.

Untuk memuluskan pencalonannya, Robert F. Kennedy Jr. lalu menunjuk pengacara dan pengusaha dari Silicon Valley, Nicole Shanahan sebagai wakil presiden pilihannya.

RFK Jr. mengenalkan Shanahan menjadi pasangan untuk berlaga di Pilpres 2024 saat berkampanye di kampung halaman sang kandidat cawapres di Oakland, AS.

Dia sengaja memilih Shanahan karena mencari sosok yang ulet dan telah diuji di medan “pertempuran” politik untuk bergabung dengannya.

“Saya menginginkan pasangan yang memiliki rasa ingin tahu, pikiran yang terbuka, dan kepercayaan diri untuk mengubah pendapatnya yang paling kuat sekalipun di hadapan bukti yang bertentangan,” kata dia, dikutip dari People, Kamis (28/3/2024).

Berikut profil Nicole Shanahan calon wakil presiden AS yang ditunjuk Robert F. Kennedy Jr.

Profil Nicole Shanahan

Nicole Shanahan lahir dengan nama Nicole Anh Shanahan pada 16 September 1985 di Oakland, Amerika Serikat. Dia bukanlah sosok yang lahir dan tumbuh bergelimang privilese.

Ibunya seorang imigran asal China. Sedangkan ayahnya yang berdarah Jerman-AS didiagnosis mengidap gangguan bipolar dan skizofrenia.

“Saya memiliki masa kecil yang sangat sulit dengan banyak kesedihan, ketakutan, dan ketidakstabilan. Terkadang terjadi kekerasan,” kata Shanahan, dinukil dari CNN, Kamis (28/3/2024).

Semasa kecil, dia hidup dalam keluarga berpenghasilan rendah yang bergantung pada kupon makanan. Meski begitu, Shanahan berhasil berjuang dan tumbuh menjadi pengacara sekaligus pengusaha kaya yang dermawan.

Sebelum menjadi cawapres, Shanahan termasuk pendukung awal pencalonan Kennedy sebagai presiden. Dia tertarik dengan sosok Kennedy karena memberi harapan bagi demokrasi.

“Saya melihat seseorang yang cerdas, penuh kasih sayang, dan berakal budi. Saya menemukan seseorang yang bersuara mengenai isu-isu yang, meskipun penting bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia, selalu diabaikan pemerintah,” ujar Shanahan, dilansir CNN.

Shanahan berkuliah di Puget Sound University di Tacoma, AS dengan beasiswa prestasi. Dia belajar bidang Studi Asia, Ekonomi dan bahasa Mandarin. Dia lalu melanjutkan studi bidang hukum di Santa Clara University AS.

Shanahan memulai karier profesionalnya sebagai pengacara di California. Dia juga mendirikan dan memimpin yayasan investasi Bia-Echo Foundation dan platfrom manajemen paten ClearAccessIP.

Perusahaan yang dia pimpin sebagian keuntungannya kerap digunakan untuk pendanaan di bidang ilmu reproduksi perempuan, reformasi peradilan pidana, dan lingkungan hidup. Perempuan ini sempat menikah pada salah satu pendiri Google, Sergey Brin pada 2018.

Keduanya dikaruniai seorang putri. Pada Juni 2022, Sergey Brin mengajukan gugatan cerai dari Shanahan. Pada 2023, dia bertemu dan menjalin hubungan dengan pengusaha lain Jacob Strumwasser.

Sebelum terlibat dalam kampanye politik Robert F. Kennedy Jr., Shanahan mendukung kampanye Joe Biden bersama Partai Demokrat.

Dia bahkan menyumbangkan dana kampanye. Namun, dia akhirnya menyatakan berpaling dan meninggalkan Demokrat.

Pada Februari 2024, Nicole bertemu dengan Kennedy Jr. untuk membantu mendanai iklan kepresidenannya selama Super Bowl 2024. Sejak saat itu, dia menjadi pendukung capres tersebut dan mendanai kampanyenya.

Dikutip dari BBC, Nicole dikenal sebagai sosok yang mendukung reformasi peradilan pidana, harga perumahan terjangkau, serta upaya melawan perubahan iklim dan meningkatkan akses perawatan kesehatan mental.

Namun, dia juga kerap menunjukkan pandangan skeptis terhadap pemberian vaksin dan keamanannya. Meski begitu, dia bukan seorang anti-vaksin seperti Robert F. Kennedy Jr.