Militer Korea Utara Luncurkan 130 Artileri, Ini Kode Peringatan

Militer Korea Utara Artileri

Menit.co.id – Militer Korea Utara secara resmi meluncurkan peluru artileri mengarah pada zona penyangga maritim. Serangkaian gerakan militer ini membuat marah Korea Selatan.

Korea Utara berhasil menluncurkan setidaknya sekitar 130 peluru artileri secara bersamaan dari dua lokasi terpisah. Satu di pantai timur Korea Utara dan satu lagi di pantai barat.

Ini merupakan keterangan terbuka dari Kepala Staf Gabungan Korea Selatan. Mereka menentang keras atas peluncuran peluru artileri ke zona penyangga maritim tersebut.

Militer Korea Utara mengatakan itu adalah peringatan terhadap latihan artileri Korea Selatan yang sedang berlangsung di dekat kota perbatasan pedalaman Cheorwon.

Korea Utara juga menyalahkan Korea Selatan atas ketegangan yang memburuk. Sedangkan, Militer Seoul mengatakan rentetan itu adalah “pelanggaran yang jelas”.

Sebab kedua belah negara sudah ada di perjanjian 2018 antara Utara dan Selatan yang menetapkan zona penyangga dalam upaya untuk mengurangi ketegangan.

Tidak ada peluru yang melintasi Garis Batas Utara, perbatasan maritim de facto antara kedua negara. Militer mengatakan telah mengeluarkan “beberapa peringatan” atas serangan itu.

“Militer kami memperkuat postur kesiapannya dalam persiapan menghadapi keadaan darurat sambil melacak dan memantau perkembangan terkait di bawah kerja sama erat antara Korea Selatan dan Amerika Serikat,” tambahnya.

Kode Peringatan Militer Korea Utara

Korea Utara mengatakan pihaknya menembakkan peluru artileri sebagai peringatan “tit-for-tat” sebagai tanggapan terhadap Korea Selatan yang menembakkan puluhan proyektil pada hari sebelumnya.

Ini menurut laporan dari kantor berita KCNA yang di kelola negara. “Kami memperingatkan pihak musuh untuk sangat berhati-hati, tidak mengobarkan api eskalasi ketegangan yang tidak perlu di sekitar area depan.”

Pada pertemuan puncak di Pyongyang pada 2018, mantan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sepakat untuk menetapkan zona penyangga maritim upaya mengurangi ketegangan.

Tetapi sejak pembicaraan gagal pada 2019, Kim telah menggandakan program senjata terlarangnya, dan para ahli mengatakan dia sekarang mungkin menguji Korea Selatan dengan melanggar perjanjian zona penyangga.

Pyongyang telah menembakkan artileri ke zona penyangga berulang kali dalam beberapa bulan terakhir.

Mereka juga telah melakukan ledakan peluncuran rudal yang memecahkan rekor dalam beberapa pekan terakhir, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) terbarunya bulan lalu, uji coba paling kuat oleh negara bersenjata nuklir itu.

Pyongyang, yang dilarang menguji rudal balistik oleh resolusi Dewan Keamanan PBB, telah berulang kali mengklaim uji coba senjatanya adalah tanggapan yang sah terhadap langkah Washington untuk meningkatkan perlindungan yang ditawarkannya kepada sekutu Seoul dan Tokyo.

Para pejabat dan analis di Seoul dan Washington mengatakan peluncuran itu mungkin akan menjadi uji coba nuklir ketujuh.

Media pemerintah Korea Utara mengatakan pekan lalu bahwa pemimpin Korut, Kim telah menyerukan sebuah konferensi politik besar sebelum akhir tahun.

Di mana ia diperkirakan akan membahas hubungan yang semakin tegang dengan Washington dan Seoul atas perluasan program nuklir dan rudal Korea Utara.