Paus Fransiskus Tunjuk Pria Gay Korban Pastor Jadi Anggota Komisi Vatikan

  • Bagikan
Paus Fransiskus

Menit.co.id – Paus Fransiskus menunjuk seorang pria gay Chile yang merupakan korban pelecehan seksual pastor menjadi anggota komisi Vatikan. Komisi ini fokus pada pendidikan untuk mencegah tindak pelecehan di dalam gereja.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (26/3/2021), Juan Carlos Cruz yang seorang advokat internasional untuk korban pelecehan seksual, menjadi korban pelecehan seksual pastor di Chile, negara asalnya, saat dia masih remaja. Cruz merupakan korban dari pastor Fernando Karadima yang dikenal sebagai pedofil.

“Saya sangat berterima kasih kepada Paus Fransiskus karena mempercayai saya dengan pengangkatan ini,” tulis Cruz via akun Twitternya.

BACA : Satu Pengedar Video Gay Anak Pernah Alami Pelecehan Seksual

“Ini memperbarui komitmen saya untuk terus bekerja demi mengakhiri momok pelecehan dan untuk begitu banyak korban selamat yang masih belum mendapatkan keadilan,” imbuhnya dikutip dari detikcom.

Dalam kunjungan Paus Fransiskus ke Chile tahun 2018, Cruz mengkritik Paus karena membela seorang uskup yang dituduh oleh Cruz dan para korban lainnya telah menyaksikan Karadima melecehkan mereka dan menutup-nutupinya.

Beberapa hari setelah kembali ke Vatikan, Paus Fransiskus yang mengutip informasi baru memerintahkan dilakukannya penyelidikan terhadap Gereja Katolik Chile.

Penyelidikan itu menghasilkan laporan setebal 2.300 halaman yang menuduh para uskup di Chile melakukan ‘kelalaian besar’ dalam menyelidiki tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa bukti kejahatan seksual telah dihancurkan.

Akhir tahun 2018, Paus Fransiskus menerima Cruz dan para korban Karadima lainnya di Vatikan dan menuntut pengunduran diri seluruh uskup di Chile. Paus Fransiskus juga mengeluarkan Karadima, yang sekarang berusia 90 tahun, dari kepastoran pada akhir tahun 2018.

Sejak saat itu, Paus Fransiskus dan Cruz, yang kini tinggal di Amerika Serikat (AS), melakukan komunikasi rutin untuk membahas skandal pelecehan seksual dalam gereja.

Dengan ditunjuknya Cruz untuk bergabung dengan Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak di Bawah Umur, maka sekarang komisi ini memiliki anggota dari latar belakang yang bervariasi mulai dari pastor, biarawati, akademisi dan psikolog.

  • Bagikan