Peng Shuai Muncul ke Publik Lewat Video Call

Peng Shuai Muncul Muncul ke Publik Lewat Video Call

Menit.co.id – Peng Shuai akhirnya muncul ke publik dalam kondisi baik-baik saja, setelah beredar kabar menghilang usai bongkar skandal pelecehan seksual.

Peng Shuai adalah pemain tenis melaporkan kasus pelecehan seksual mantan Wakil Perdana Menteri China, Zhang Gaoli.

Sesuai laporan CNN, Peng Shuai muncul ke publik setelah sempat menghilang akibat melaporkan skandal pelecahan seksual Mantan Wakil presiden China, Zhang Gaoli.

Peng muncul ke publik lewat video call, yang di lakukan Presiden Olimpiade Thomas Bach. Dan di dampingi pejabat Olahraga China Li Lingwei dan Ketua Komisi Atlet IOC Emma Terho.

Mereka melakukan video call selama 30 menit. Menurut pernyataan IOC, Shuai dalam kondisi baik-baik saja dan hanya meminta privasinya di hormati saat ini.

“Saya lega melihat Peng Shuai baik-baik saja, yang menjadi perhatian utama kami,” kata Terho.

“Dia tampak santai. Saya menawarkan dukungan kami dan untuk tetap berhubungan kapan pun dia mau, yang jelas dia hargai,” katanya.

Sebelumnya, Peng melaporkan kasus pelecehan seksual yang di alami pada 2 November 2021. Ia mengaku sempat dilecehkan mantan Wakil Perdana Menteri Zhang Gaoli sekitar tiga tahun lalu.

Pengakuannya ia bagikan di media sosial Weibo, kemudian di hapus. Sejak saat itu, Shuai tak kelihatan lagi batang hidungnya.

Menghilangnya Peng Shuai menimbulkan kekhawatiran pada kondisi sang petenis.

Peng Shuai Bongkar Skandal Pelecehan Seksual Zhang Gaoli

Banyak yang mengaitkan soal kondisi Peng terancam karena membongkar skandal Zhang Gaoli, yang merupakan kerabat Xi Jinping, Presiden China saat ini.

Menghilangnya Peng Shuai sampai memunculkan tagar #WhereIsPengShuai di media sosial, sebagai dukungan untuk mencari keberadaannya. Sampai akhirnya pemilik dua gelar Grand Slam itu muncul ke publik.

Steve Simon, ketua Women Tennis Association, mengaku kekhawatiran soal kondisi Peng akan tetap ada.

WTA, bersama PBB, sendiri telah menyerukan penyelidikan lebih dalam atas apa yang menimpa petenis 35 tahun tersebut.

“Masih belum jelas apakah dia bebas dan mampu membuat keputusan dan mengambil tindakan sendiri, tanpa paksaan atau campur tangan pihak luar,” kata Simon.

Peng sendiri menjadi petenis ganda putri terbaik China, dengan torehan dua gelar Grand Slam. Ia sempat menjadi ganda nomor satu dunia pada 2014.