Sejarah Indonesia Tahun 1958, Ini Faktanya

Sejarah Indonesia tahun 1958 muncul dan jadi trending topik di Twitter, berawal dari banner suporter Red Star Belgrade saat berlaga di Europa League saat melawan Ranger.

Sejarah Indonesia Tahun 1958

Menit.co.id – Sejarah Indonesia tahun 1958 belakangan ini jadi perbincangan hangat para pengguna media sosial dan jadi trending topik di Twitter.

Sejarah Indonesia tahun 1958 muncul dan jadi trending topik di Twitter, berawal dari banner suporter Red Star Belgrade saat berlaga di Europa League saat melawan Ranger.

Dalam spanduk tersebut tertulis, “Yang ingin kami katakan adalah: Berikanlah kesempatan untuk sebuah perdamaian” dan di tulis beberapa tragedi yang terjadi di belahan dunia, salah satunya Indonesia 1958.

Dari spanduk tersebut, kemudian di unggah oleh akun Twitter @faktasepakbola yang mengundang ragam komentar dari warganet dan mempertanyakan ada peristiwa apa tahun 1958 di Indonesia.

Melansir dari buku ‘Indonesia Melawan Amerika Serikat: Konflik Perang Dingin 1953-1963’ karya Baskara T Wardaya ada peristiwa besar terjadi di Indonesia.

Peristiwa pada tahun 1958 merupakan tragedi di mana CIA membantu pemberontakan yang terjadi di Indonesia dengan memberi 42 ribu pucuk senjata.

Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Mei 1958, CIA mengirim senjata melalui perusahaan penerbangan CAT Civil Air Transport.

Tindakan Amerika ini terjadi setelah Indonesia di bawah kepemimpinan Soekarno menjadi tuan rumah Negara-Negara Non Blok pada bulan Mei 1955.

Tindakan ini membuat Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan terhadap Indonesia yang terabadikan di dokumen NSC 5518.

Peristiwa Dalam Sejarah Indonesia Tahun 1958

Dokumen tersebut berisi mengenai oprasi rahasi untuk menumbangan Soekarno jika ia memberi kontrol terhadap partai sayap kiri.

Tiga tahun kemudian, Indonesia mendapat kabar bahwa beberapa petinggi Indonesia sedang melakukan pemberontakan terhadap kepemimpinan Soekarno.

Dalam sebuah percakapan di Washington sekitar 1958 menyebutkan pemberontak membutuhkan bantuan dari Amerika untuk melancarkan aksinya.

Akhirnya Amerika Serikat membantu para pemberontak yang ada di Indonesia setelah mendapat laporan dari Attache Militer Indonesia yang bekerjasama dengan CIA (Central Intelligence Agency).

Sebagai informasi, CIA adalah salah satuan badan intelijen pemerintah federal Amerika Serikat. Tugas Cia adalah mengumpulkan dan menganalisis informasi yang di gunakan Amerika Serikat untuk kepentingan keamanan.

Untuk merespon hal tersebut, kemudian pada awal 1958, CIA kemudian mendirikan markas latihan ‘special opreratio’ di daerah Palawan dan Mindanao, Filipina, dan memberi akses kepada pemberontak anti Soekarno di Indonesia.

Pada bulan Februari 1958 terjadi pemberontakan secara terang-terang oleh Letnan Kolonel Maluddin Simbolon yang mengatasnamakan Provinsi Sumatera Utara.

Mereka menuntut adanya pembentukan pemerintahan yang baru. Pemberontakan ini lebih di kenal dengan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia).

Atau di sebut dengan Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta). Tetapi permintaan Maluddin Simbolon di tolak oleh Soekarno.

Tidak hanya itu, Soekarno mengirim Jendral Abdul haris Nasution untuk menghentikan pemberontakan tersebut. Pada tanggal 21 Februari terjadi pertempuran.

Untuk mendukung pemberontakan Maluddin Simbolon pada waktu itu, CIA tidak hanya mengirim senjata lewat pesawat. Dari dokumen A-26 menyebutkan bahwa oprasi tersebut dikirim melalui kapal selam.

Meskipun demikian, Soekarno bisa meredam kekuatan pemberontak. Pada tahun 1961, Soekarno memberi kesempatan kepada mantan anggota pemberontak untuk kembali ke pangkuan NKRI dan di beri amnesti.

Demikian penjelasan mengenai peristiwa Indonesia 1958 terjadi pemberontakan bertujuan untuk menumbangkan Presiden Soekarno.