Siapa Paul Alexander? Pria Paru-paru Besi Telah Berpulang

Paul Alexander

MENIT.CO.IDPaul Alexander, pria inspiratif yang menghabiskan 70 tahun hidupnya di dalam paru-paru besi, telah menghembuskan napas terakhirnya pada usia 78 tahun di Texas, Amerika Serikat.

Kabar duka ini disampaikan melalui situs penggalangan dana GoFundMe pada tanggal 11 Maret 2024.

Meskipun penyebab kematiannya belum dipublikasikan secara resmi, diketahui bahwa Paul sempat dirawat di rumah sakit pada bulan Februari karena terpapar Covid-19.

Kondisinya sempat menurun dan mengalami kesulitan makan dan minum, namun setelah mendapatkan perawatan intensif, ia diperbolehkan pulang.

Paul terserang polio pada usia 6 tahun, yang membuatnya lumpuh dari leher ke bawah dan tak mampu bernapas sendiri.

Sejak saat itu, ia hidup dengan bantuan mesin “paru-paru besi” seberat 300 kilogram. Guinness World Records bahkan menobatkannya sebagai pasien “paru-paru besi” terlama dalam sejarah.

Meskipun terkungkung dalam mesin, semangat hidup Paul tak pernah padam. Ia aktif di media sosial, terutama TikTok, dan menginspirasi banyak orang dengan kisahnya.

Dalam video terpopulernya yang ditonton lebih dari 56 juta kali, Paul mengungkapkan keinginannya untuk terus berkarya dan mencapai tujuan bersama teman-temannya.

Kisah hidup Paul Alexander menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tak menghalangi seseorang untuk meraih mimpi dan menginspirasi orang lain. Kegigihan dan semangatnya akan selalu dikenang.

Siapa Paul Alexander?

Paul Alexander adalah seorang pria inspiratif asal Amerika Serikat yang baru saja meninggal dunia pada 11 Maret 2024 di usia 78 tahun. Beliau dikenal sebagai “Pria Paru-paru Besi” karena menghabiskan sebagian besar hidupnya bergantung pada mesin tersebut akibat penyakit polio.

Alexander terinfeksi polio pada tahun 1952 saat masih berusia enam tahun. Penyakit ini melumpuhkan otot-ototnya, termasuk otot pernapasan, sehingga ia membutuhkan paru-paru besi untuk bisa terus bernapas.

Meski keterbatasan fisiknya, Alexander tidak menyerah. Ia tetap bersekolah dan berhasil meraih gelar sarjana muda dan doktor hukum dari Universitas Texas di Austin. Ia bahkan berprofesi sebagai pengacara. Kisah hidupnya yang luar biasa tersebut ia tuangkan dalam sebuah buku berjudul “Three Minutes for a Dog: My Life in an Iron Lung”.

Paul Alexander menjadi simbol kegigihan dan semangat hidup. Ia membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk meraih cita-cita dan menjalani hidup yang produktif.