Wabah Flu Burung pada Sapi Perah AS: Dampak pada Permintaan dan Pasokan Susu dan Daging Sapi

Wabah Flu Burung pada Sapi Perah AS

MENIT.CO.ID – Wabah flu burung yang menyerang sapi perah di Amerika Serikat menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya pada permintaan dan pasokan produk susu dan daging sapi.

Meskipun risikonya masih rendah, industri peternakan telah merasakan efeknya, dengan harga sapi dan susu mengalami penurunan.

Kekhawatiran utama adalah keraguan konsumen untuk membeli produk susu dan daging sapi akibat wabah ini.

Analis industri memprediksi dampak pada permintaan susu masih belum jelas, namun risikonya patut diwaspadai.

Flu burung telah dikonfirmasi pada sapi perah di beberapa negara bagian AS. Virus ini bahkan telah menginfeksi seseorang di Texas dan menyebabkan penghentian operasi pabrik telur terbesar di AS.

Sapi perah yang terinfeksi mengalami penurunan laktasi dan nafsu makan, dengan kemungkinan dampak yang lebih parah pada sapi yang lebih tua.

Meskipun sebagian besar hewan pulih dalam dua minggu dengan perawatan, tingkat produksi susu mereka mungkin tidak kembali ke tingkat sebelum infeksi.

Dampak jangka panjang terhadap pasokan susu masih belum jelas, dan peternak harus berusaha mempertahankan inventaris kawanan mereka.

Bagi peternak individu, kehilangan produksi susu menambah tantangan lain di tengah harga rendah dan margin kecil.

Secara keseluruhan, dampak pada industri susu diharapkan ringan, mengingat jumlah peternakan yang terkena dampak kecil dan sapi yang sakit akhirnya pulih.

Pasar daging sapi juga mengalami penurunan, meskipun belum ada kasus flu burung yang ditemukan pada sapi potong.

Seorang di Texas kemungkinan tertular flu burung setelah terpapar sapi perah yang terinfeksi. Risiko terhadap populasi umum tetap rendah.

Kontrak berjangka susu telah turun selama beberapa hari, meskipun USDA menegaskan bahwa kontaminasi sapi tidak menimbulkan ancaman besar terhadap keamanan susu.

Susu dari hewan yang terpengaruh dialihkan atau dimusnahkan untuk menghindari kontaminasi pada pasokan makanan manusia.

CDC menghimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi makanan mentah atau kurang matang dari hewan yang mungkin terinfeksi.

FDA memastikan bahwa tidak ada susu atau produk susu dari sapi yang terjangkit flu burung yang telah dipasarkan.

USDA menegaskan bahwa wabah ini tidak menimbulkan risiko terhadap kesehatan konsumen dan pasokan susu komersial.

Kerugian susu saat ini masih terlalu terbatas untuk memiliki dampak besar pada pasokan dan harga.

Kesimpulan:

Wabah flu burung pada sapi perah AS masih dalam tahap awal dan dampaknya pada permintaan dan pasokan produk susu dan daging sapi masih belum jelas.

Meskipun risikonya rendah, industri peternakan dan konsumen perlu mewaspadai perkembangan situasi ini.