Akibat Harga CPO Jatuh, Bikin Anak Petani Sawit di Riau Nunggak SPP Kuliah

    Selasa, 27 November 2018 - 14:52 Editor : Redaksi Dibaca : 195 Views

    Menit.co.id Tekanan terhadap harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) membuat harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menurun.

    Dampak penurunan harga ini sangat dirasakan di sentra perkebunan kelapa sawit seperti di Provinsi Riau. Salah seorang petani sawit di Riau, Gulat Manurung, mengatakan saat ini harga jual TBS berada di kisaran Rp 450 sampai Rp 850 per kilogram (kg).

    Jatuhnya harga TBS ini, diakui Gulat, membuat kegiatan perekonomian di Riau terhambat. Salah satu yang terjadi adalah banyaknya anak petani yang menunggak uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) kuliah.

    “Minggu lalu itu saya bertemu dengan dekan di Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, dia ngeluh banyak mahasiswa yang minta waktu untuk membayar tunggakan uang kuliah,” katanya saat dihubungi kumparan, Senin (26/11).

    Gulat yang juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Riau ini menambahkan, kebanyakan mahasiswa penunggak SPP tersebut adalah anak petani sawit. Sebab, sekitar 60 persen dari jumlah mahasiswa di universitas tersebut diketahui merupakan anak dari para petani sawit di Riau.

    “Karena harga sawit menurun, orang tua mereka tidak bisa kasih uang SPP karena rugi. Makanya banyak yang nunggak seperti itu,” katanya lagi.

    Tren pelemahan harga jual sawit di tingkat petani ini juga berdampak terhadap sejumlah kegiatan penjualan di Riau. Salah satunya penjualan truk.

    “Baru saja dua minggu lalu itu saya lihat banyak truk yang diletakkan oleh para pemilik showroom di pinggir jalan. Lalu saya tanya kenapa, ternyata itu truk kebanyakan yang gagal kontrak dari petani sawit,” tambahnya lagi.

    Menurunnya harga jual TBS ini diakui Gulat sudah terjadi sejak 8 bulan yang lalu atau sekitar akhir Februari 2018. Harga TBS yang sebelumnya berkisar di harga Rp 1.800 sampai Rp 2.000 per kilogram (kg), turun menjadi Rp 450 hingga Rp 850 per kg.

    Mengutip data Bursa Komoditas dan Derivatif Malaysia, harga CPO untuk pengiriman Februari 2019 hanya 1.960 ringgit Malaysia per ton atau sekitar USD 460 per ton.

    Ini merupakan harga terendah sejak 2015. Bahkan beberapa hari lalu, harga sempat menyentuh USD 450 per ton. Tekanan harga CPO membuat harga pembelian TBS sawit di wilayah Sumatera juga rontok hingga di bawah Rp 1.000 per kilogram (kg).

    (Kumparan)



    Komentar Pembaca: