Alasan dan Turunya Harga Minyak Goreng Naik

Harga Minyak Goreng

Menit.co.id – Alasan harga minyak goreng naik dan artikel kelangkaan minyak goreng masih mendominasi pemberitaan media. Berita harga minyak goreng naik masih jadi topik utama.

Lantas apa alasan harga minyak goreng naik? Lalu, apa penyebab kelangkaan minyak goreng? Berikut informasi lengkapnya untuk Anda.

Mengapa Minyak Goreng Naik?

Banyak orang yang bertanya, mengapa minyak goreng naik? Ternyata ada tiga alasan yang membuat harga minyak goreng melonjak tinggi. Berikut penjelasannya.

Sudah beberapa bulan terakhir, harga minyak goreng di Indonesia melonjak tinggi. Kenaikan harga ini membuat banyak orang bertanya-tanya.

Sebenarnya apa alasan minyak goreng mahal? Ternyata terdapat beberapa alasan yang menyebabkan harga minyak goreng meroket.

Salah satu penyebab alasan kenapa harga minyak goreng meroket ternyata karena adanya kenaikan harga minyak nabati dunia.

Penyabab Kelangkaan Minyak Goreng

Perang Rusia – Ukraina memunculkan kekhawatiran terjadinya kelangkaan minyak nabati dunia. Hal ini dikarenakan, Ukraina merupakan salah satu negara penghasil minyak nabati berbasis bunga matahari.

Adanya perang dapat menganggu pasukan minyak bunga matahari di wilayah Eropa dan sekitarnya.

Jika pasokan minyak bunga matahari itu terganggu, maka turut mengganggu permintaan CPO global. Hal tersebut yang menyebabkan harga minyak sawit melonjak setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Alasan Harga Minyak Goreng Naik

Alasan kenapa minyak goreng mahal berikutnya adalah, karena adanya pandemi Covid-19. Situasi pandemi memang memberikan banyak dampak.

Tak hanya pada bidang kesehatan saja, namun juga bisa berdampak pada kondisi ekonomi termasuk kenaikan bahan pokok.

Pandemi Covid-19 turut menyebabkan gangguan logistik seperti berkurangnya jumlah kontainer dan kapal. Gangguan logistik ini pada akhirnya membuat harga minyak goreng naik.

Selain tiga alasan di atas, muncul dugaan adanya penyelewengan minyak goreng curah ke pasar ekspor oleh oknum-oknum yang seharusnya mendistribusikannya untuk masyarakat.

Hal ini terjadi karena ada perbedaan harga Rp 8.000 per liter antara minyak goreng curah hasil domestic market obligation (DMO) dengan harga ekspor.

Inilah yang diduga menjadi salah satu penyebab kenapa harga minyak goreng mahal. Maka tak heran kalau berita harga minyak goreng selalu menjadi topik utama pemberitaan.

Harga Minyak Goreng Turun

Harga minyak goreng terpantau turun terus. Jika dibandingkan harga medio Maret, setelah pemerintah melepas harga ke keekonomian pasar, terpantau harga kini melandai.

Bahkan, sudah ada yang di bawah Rp 40.000 per kemasan 2 liter. Selain itu, pasokan minyak goreng pun ini terpantau berlimpah. Baik di ritel modern maupun di toko dan warung tradisional.

Berbeda kondisinya jika di bandingkan 4-5 bulan lalu, saat ricuh minyak goreng memanas di dalam negeri. Di warnai dengan antrean panjang pembelian minyak goreng.

Bahkan, sejumlah wilayah di Indonesia melaporkan kelangkaan minyak goreng. Di ritel-ritel modern di Jakarta sendiri, rak-rak minyak goreng sempat kosong.

Penurunan harga minyak goreng juga sejalan dengan turunnya harga bahan bakunya, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ke kisaran MYR3.500 per ton.

Dari sebelumnya selalu cetak rekor di atas MYR7.000 per ton. Berikut rincian harga minyak goreng di ritel modern Naga Swalayan, Bekasi :

– Minyak Sunco botol 1 liter diskon dari Rp23.290 jadi Rp22.190
– Minyak Goreng Sunco botol 2 lite diskon dari Rp45.600 jadi Rp43.190
– Sunco jeriken 5 liter diskon dari Rp115.375 jadi Rp109.250
– Sania pouch 1 liter Rp21.590
– Sania pouch 2 liter diskon dari Rp42.850 jadi Rp37.500
– Sovia pouch 2 liter diskon dari Rp42.450 jadi Rp37.500
– Fortune pouch 2 liter diskon dari Rp42.650 jadi Rp37.500
– Amago pouch 2 liter Rp33.950
– Rizki botol 1 liter Rp14.000
– Fitri botol 1 liter Rp15.500
– Filma pouch 2 liter diskon dari Rp46.390 jadi Rp39.900
– Kunci Mas pouch 2 liter diskon dari Rp45.290 jadi Rp37.900
– Tropical botol 2 liter Rp38.750.

Meski ritel memberikan diskon harga yang signfikan, sebenarnya harga-harga tersebut juga sudah melandai. Kini harga minyak goreng dalam kemasan tak lagi ‘meledak’ hingga Rp28 ribu per liter atau tembus Rp57 ribu per 2 liter.

Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, jika di bandingkan harga pada 21 Maret 2022.

Yaitu setelah pemerintah melepaskan harga minyak goreng ke keekonomian pasar, tercatat harga per 15 Juli 2022 memang turun.

Berikut perbandingan harga per 15 Juli dengan 21 Maret 2022:

– Migor curah turun dari Rp17.700 jadi Rp15.200 per liter
– Migor kemasan sederhana turun dari Rp21.400 jadi Rp20.700 per liter
– Minyak goreng kemasan premium turun dari Rp24.800 jadi Rp24.500 per liter.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS