Batas Waktu Pemadanan Nomor Induk Kependudukan sebagai NPWP Akan Berakhir 1 Juli 2024

Batas Waktu Pemadanan Nomor Induk Kependudukan sebagai NPWP
Batas Waktu Pemadanan Nomor Induk Kependudukan sebagai NPWP

MENIT.CO.ID – Pemerintah menetapkan tenggat waktu untuk pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi orang pribadi penduduk, serta NPWP 16 digit bagi Wajib Pajak (WP) orang pribadi bukan penduduk, badan, dan instansi pemerintah.

Batas akhir pemadanan NIK sebagai NPWP dan NPWP 16 digit ini adalah 1 Juli 2024, atau sekitar dua bulan lagi. Peraturan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 136 Tahun 2023 yang merupakan perubahan atas PMK Nomor 112/PMK.03/2022 tentang NPWP Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, dan Wajib Pajak Instansi Pemerintah.

Semula, batas waktu pemadanan NIK ditetapkan pada 1 Januari 2024. Namun, seperti yang disampaikan oleh Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Dwi Astuti, perpanjangan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan keputusan implementasi Coretax Administration System (CTAS) pada pertengahan tahun 2024.

Setelah melakukan penilaian terhadap kesiapan seluruh stakeholder yang terdampak, termasuk Instansi Pemerintah, Lembaga, Asosiasi, dan pihak ketiga lainnya serta Wajib Pajak, kesempatan ini diberikan agar mereka bisa menyiapkan sistem aplikasi yang terpengaruh serta melakukan pengujian dan adaptasi sistem baru bagi Wajib Pajak.

Dwi Astuti menjelaskan, “Artinya, NPWP dengan format 15 digit (NPWP lama) masih dapat digunakan sampai dengan tanggal 30 Juni 2024. Sedangkan, NPWP format 16 digit (NPWP baru atau NIK) digunakan secara terbatas pada sistem aplikasi saat ini dan akan diimplementasikan sepenuhnya pada sistem aplikasi yang akan datang.”

Cara Memadankan NIK sebagai NPWP

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memadankan NIK sebagai NPWP:

Cara Pertama:

  1. Kunjungi laman www.pajak.go.id.
  2. Klik login atau akses langsung ke djponline.pajak.go.id.
  3. Masukkan 16 digit NIK.
  4. Gunakan kata sandi akun pajak yang dimiliki.
  5. Masukkan kode keamanan yang sesuai.
  6. Jika berhasil masuk, informasi NIK/NPWP 16 telah tersedia di NPWP terbaru.

Cara Kedua:

  1. Masuk ke situs https://pajak.go.id dan pilih menu login.
  2. Masukkan NPWP serta password yang dimiliki dan juga kode keamanan yang diminta, lalu klik Login.
  3. Setelah sukses login, pilih menu Profil dan ubah data, termasuk NIK serta data lain sesuai kondisi terkini. Klik ubah profil setiap selesai mengisi data.
  4. Lakukan validasi NIK sesuai KTP elektronik dengan klik Cek.
  5. Jika NIK valid dan sesuai dengan nama yang tercantum, status validitas akan berubah menjadi valid.
  6. Klik Ubah Profil dan ikuti instruksi selanjutnya.

Cara Ketiga:

  1. Kunjungi laman www.pajak.go.id.
  2. Klik login atau akses langsung ke djponline.pajak.go.id.
  3. Masukkan 15 digit NPWP.
  4. Gunakan kata sandi akun pajak yang dimiliki.
  5. Masukkan kode keamanan yang sesuai.
  6. Klik ikon baris tiga.
  7. Masuk menu profil dan pilih data profil.
  8. Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP.
  9. Cek validitas data dengan klik tombol validasi.
  10. Klik ubah profil.
  11. Jika berhasil, keluar dan ulangi proses login menggunakan NIK.

Setelah data NIK berhasil diinput, pengguna juga dapat memasukkan data diri seperti nama lengkap, alamat, dan nomor ponsel yang masih aktif untuk keperluan pajak dan lainnya.