BPS: Kinerja Impor Menggeliat, Tanda Ekonomi Mulai Pulih

  • Bagikan
Kinerja Impor Menggeliat

Menit.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan kinerja impor kembali menggeliat. Ditandai dengan peningkatan nilai impor di Februari 2021 menjadi USD13,26 miliar.

Nilai tersebut meningkat 14,86 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu yang sebesar USD11,55 miliar. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan nilai tersebut juga lebih tinggi dari periode yang sama di 2019 yang sebesar USD12,47 miliar.

Menurut Suhariyanto, peningkatan tersebut mengindikasikan perbaikan impor. Sebab, terakhir kali impor mengalami kenaikan yaitu pada Juni 2019 sebesar 2,02 persen.

BACA : Menteri KKP Dorong Penjualan Garam Secara Digital

“Kalau dibandingkan year on year impor selama 2019 dan 2020 selalu negatif, hanya mengalami kenaikan di Juni 20219. Dan Februari ini pertama kalinya, sesudah sekian bulan kita alami pertumbuhan negatif impor kita naik sebesar 14,86 persen,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers, Senin, 15 Maret 2021.

Dirinya menjelaskan, apabila dirinci berdasarkan jenisnya, impor barang konsumsi naik 43,59 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi USD1,22 miliar. Peningkatan impor barang konsumsi terjadi pada produk farmasi, buah dan sayuran.

Impor bahan baku juga mengalami peningkatan 11,53 persen menjadi USD9,89 miliar. Demikian juga impor barang modal naik 17,68 persen menjadi USD2,15 miliar terutama untuk mesin yang diimpor dari Jepang, Filipina, Singapura, dan Amerika Serikat.

Ia bilang peningkatan tersebut menggembirakan sebab menjadi indikasi bagi pemulihan perekonomian nasional. Sektor industri saat ini sudah mulai melakukan ekspansi dan kegiatannya mulai kembali pascadihantam pandemi covid-19.

“Dengan perhatikan struktur impor kita 75 persen dari bahan baku, geliat impor ini boleh dibilang menggembirakan karena pergerakan industri dan investasi mulai bergulir. Tentunya akan kita lihat rilis PDB (pertumbuhan ekonomi) kuartal I pada Mei 2021,” jelas Suhariyanto.

  • Bagikan