Dinas PPPA Dumai : Peran Industri Rumahan Dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

  • Bagikan

Menit.co.id – Perempuan mewakili setengah dari pemangku kepentingan dunia, oleh sebab itu kesetaraan gender dalam ekonomi menjadi penting dalam menciptakan kesejahteraan yang menyeluruh.

Namun demikian, saat ini perempuan masih mengalami hambatan dalam memenuhi potensi mereka di berbagai sektor, termasuk dalam ekonomi. Perempuan masih mengalami diskriminasi dan hubungan kekuasaan yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan.

Dengan dunia yang begitu cepat berubah dan ekonomi yang terus berkembang, partisipasi perempuan dalam ekonomi dapat memacu produktivitas dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

“Oleh karena itu, kita harus terus mendukung partisipasi perempuan dalam sektor ekonomi, salah satunya melalui kebijakan industri rumahan,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Dumai, Dameria, SKM, M.Si.

Disisi lain, hubungan kerja sama pemerintah merupakan modal penting untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi perempuan yang menyeluruh. Salah satu yang kini sudah dilakukan adalah kerja sama Pemerintah Kota Dumai dengan perusahaan.

“Ini bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi perempuan, baik dalam hal kebijakan, maupun kemitraan dengan organisasi bisnis perempuan dan lembaga masyarakat untuk memperkuat pemberdayaan perempuan khususnya dibidang ekonomi,” jelasnya.

Diterangkan Dameria, perempuan sebagai pelaku ekonomi memiliki potensi besar dalam berkontribusi membangun ketahanan ekonomi. Untuk itu, perempuan perlu diberikan strategi untuk membangun dan menciptakan peluang bisnis.

“Pemerintah harus memfasilitasi penguatan keterampilan individu dan kelompok, memfasilitasi penguatan kolaborasi atau kerja sama, serta meningkatkan akses perempuan ke layanan bisnis,” ungkap Dameria, saat berbincang dengan media ini.

Sebagai data tambahan salah satu upaya yang telah dilakukan Kemen PPPA sejak 2016 ialah, melalui kebijakan pengembangan industri rumahan. Hingga saat ini, telah berdiri lebih dari 3000 industri rumahan yang tersebar di 21 kabupaten/kota di Indonesia.

“Pengembangan industri rumahan masih menjadi proyek percontohan, salah satu aktivitasnya adalah pelatihan teknis dan bantuan peralatan produksi untuk mendukung perkembangan bisnis mereka,” beber Dameria.

Ketika kebijakan industri rumahan memberikan banyak manfaat bagi perempuan, kata dia, kebijakan tersebut juga dapat dijadikan referensi oleh pemerintah dalam upaya memberdayakan perempuan dalam sektor ekonomi.

“Mendukung pembentukan kesempatan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan untuk mendorong kepercayaan diri pada perempuan. Dengan demikian industri rumahan untuk perempuan menjadi maju,” jelasnya.

Dameria menambahkan, tidak boleh dilupakan adalah partisipasi laki-laki dalam pemberdayaan ekonomi perempuan. Sebab jika perempuan masuk ke ruang bisnis dan kemudian tidak didukung oleh laki-laki, besar kemungkinan usahanya akan mengalami kegagalan.

“Partisipasi laki-laki untuk perempuan telah menjadi suatu hal yang wajib, agar kesetaraan gender dapat terwujud dalam berbagai bidang. Maka sudah saatnya perempuan dan laki-laki harus mendukung program industri rumahan ini,” pungkasnya.

[rdk/rls]

  • Bagikan