Fenomena Kripto di Argentina: Solusi di Tengah Krisis

Fenomena Kripto di Argentina

MENIT.CO.ID – Krisis ekonomi Argentina memicu adopsi kripto yang tinggi. Laporan Lemon Cash menunjukkan 40 juta pengguna kripto di Amerika Latin pada 2023, dengan 40% berasal dari Argentina.

Kripto menjadi solusi devaluasi peso Argentina. Masyarakat Argentina beralih ke kripto, terutama stablecoin seperti USDT dan USDC, untuk melindungi nilai kekayaan mereka.

Kripto telah terbukti sebagai solusi yang efektif di tengah kondisi krisis ekonomi. Ketika suatu negara mengalami lonjakan inflasi yang signifikan dan merosotnya nilai tukar mata uangnya, kripto muncul sebagai alternatif yang menarik.

Argentina menjadi salah satu contoh nyata dari dampak fenomena ini. Menurut laporan Lemon Cash, sebuah bursa mata uang kripto di Argentina, diperkirakan ada sekitar 40 juta pengguna kripto di Amerika Latin pada tahun 2023, di mana 4 dari 10 orang berasal dari Argentina.

Alfonso Martel Seward, Kepala Kepatuhan Lemon Cash, menjelaskan bahwa kripto telah menjadi jalan keluar bagi masyarakat Argentina dari devaluasi yang terus berlanjut terhadap peso Argentina yang terus melemah.

Dia menyatakan, “Dengan tingginya tingkat inflasi dan batasan yang ada untuk membeli mata uang asing, kripto menjadi opsi yang paling relevan untuk menabung.”

Martel juga menambahkan dengan berkelakar bahwa di Argentina hampir setiap orang mengikuti pergerakan nilai tukar peso mereka terhadap dolar AS, berbeda dengan negara lain di mana hanya sedikit yang memperhatikannya.

Tidak mengherankan, sekitar 80% dari pengguna kripto di Argentina lebih memilih memiliki koin stabil seperti USDT atau USDC, yang nilainya tetap stabil, daripada berinvestasi dalam Bitcoin atau altcoin lainnya.

Koin stabil adalah kripto yang nilainya diikatkan dengan mata uang atau komoditas dunia nyata. Contohnya adalah USDT Tether dan USDC (USD Coin) yang nilainya tetap mendekati US$1.

Dengan meningkatnya adopsi kripto, banyak orang di Argentina sekarang memilih untuk menyimpan pendapatan mereka dalam bentuk USDT atau USDC, menjadikannya sebagai alternatif yang menarik untuk menabung.

Fenomena ini juga memberikan peluang bagi Lemon Cash untuk memperluas layanannya dengan menyediakan kartu debit yang terhubung dengan akun kripto, memungkinkan pengguna untuk melakukan pembelian di supermarket atau restoran yang menerima pembayaran kartu debit.

Saat ini, Lemon Cash memiliki sekitar 2 juta pengguna di Argentina yang aktif menggunakan kartu debit Lemon Cash untuk transaksi sehari-hari.

Penggunaan kripto sebagai mata uang untuk transaksi digital di suatu negara dipengaruhi oleh kebijakan dan regulasi yang berlaku. Di Argentina, adopsi kripto semakin meningkat karena kondisi ekonomi yang lemah dan inflasi yang tinggi.

Presiden Argentina Javier Milei, yang mulai menjabat pada Desember 2023, mendukung penggunaan nilai tukar alternatif termasuk kripto untuk transaksi sehari-hari, bahkan ia berencana untuk mengurangi penggunaan peso Argentina secara keseluruhan.

Sebagai contoh, bitcoin atau kripto diakui sebagai sarana pembayaran yang sah untuk kontrak sewa properti di Argentina.

Pintu Academy menjelaskan perbedaan antara menabung dalam bentuk dolar AS dan menabung dalam bentuk USDT atau USDC, seperti yang banyak dilakukan orang-orang Argentina.

Kebiasaan ini mencerminkan perkembangan era digital dalam transaksi keuangan, di mana Bitcoin menambah dimensi baru dengan menawarkan alternatif terdesentralisasi yang berbeda dari uang digital konvensional.

Bitcoin memungkinkan transaksi tanpa batasan jumlahnya dan memberikan kebebasan kepada pengguna untuk mengirim atau menerima uang tanpa perlu melalui pihak ketiga.

Keunggulan utama Bitcoin terletak pada struktur biayanya yang fleksibel, ditentukan oleh pengguna dan kondisi jaringan, sehingga memberikan efisiensi yang signifikan dibandingkan dengan sistem pembayaran tradisional.

Perbedaan mendasar antara Bitcoin dan uang digital terpusat adalah pada konsep desentralisasi versus sentralisasi. Bitcoin beroperasi pada jaringan terbuka yang tidak memerlukan otorisasi dari pihak ketiga, sementara uang digital terpusat membutuhkan kepercayaan kepada institusi yang mengelola dana pengguna.

Kedua sistem ini memiliki peran mereka masing-masing dalam ekosistem keuangan digital, dengan Bitcoin menawarkan alternatif yang menarik bagi mereka yang mencari transparansi dan kontrol lebih besar atas keuangan mereka.