Jasa Pengiriman Meraup Untung di Momen Larangan Mudk Lebaran 2021

  • Bagikan
Jasa Pengiriman

Menit.co.id – Jasa pengiriman barang diperkirakan akan kebanjiran order di tengah larangan mudik Lebaran tahun ini. Sebab, masyarakat hanya bisa mengirim hadiah ke kampung sebagai pengganti silaturahmi ke orang tua atau sanak saudara.

Presiden Direktur PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Mohammad Feriadi menyatakan Ramadan dan Lebaran biasanya merupakan peak season untuk pengiriman barang atau ekspedisi. “Ditambah larangan mudik maka traffic pengiriman barang diprediksi melonjak,” katanya.

Meski begitu, dia hanya menargetkan kenaikan pengiriman barang saat Ramadan kali ini 30 persen dibandingkan bulan biasa sama dengan tahun lalu ketika pemerintah masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

“Saya pesimistis kalau (Ramadan dan Lebaran) tahun ini, meski ada larangan bisa mengalahkan kondisi di situasi normal. Sebab, kondisi pandemi saat ini membuat masyarakat kehilangan pekerjaan, daya beli masih rendah,” kata Feriadi kepada Lokadata.id, Rabu (31/3/2021).

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Nasional Pengiriman Pengantaran Barang Indoensia (Asperindo) ini menyebutkan jenis barang yang marak dikirimkan saat Ramadan dan Lebaran yaitu makanan baik makanan kering maupun basah, pakaian dan aksesoris. Pengiriman terbanyak, berasa dari kota dengan destinasi ke daerah.

Feriadi menambahkan pengiriman barang saat ini didominasi oleh e-commerce, yang dikategorikan sebagai retail customer , dengan 80 persen dibandingkan corporate customer yang sebesar 20 persen.

Di kategori retail customer, pengiriman barang melalui e-commerce mencapai 40 persen, sisanya dilakukan oleh individu yang mendatangi langsung ke gerai JNE.

Menurut Feriadi, banyaknya pengiriman barang melalui e-commerce sejalan dengan tren belanja via daring yang marak, terutama saat pandemi.

“Saya melihat belanja online ini jadi tren. Orang datang ke toko ke mal mulai berkurang ya, karena pandemi. Jadi orang-orang belanja cukup secara online dan barangnya dikirim ke keluarga atau kerabatnya di luar kota,” katanya.

Chief Excecutive Officer J&T Express Robin Lo menargetkan volume pengiriman bisa meningkat dua kali lipat dengan atau tanpa larangan mudik ketika Lebaran kali ini. Dia menjelaskan mayoritas konsumen J&T memesan pengiriman di kawasan Jawa dan Sumatera.

“Rute Jakarta-Medan dan Jakarta-Batam bisa melonjak dibandingkan tahun lalu,” katanya seperti dikutip Bisnis.com.

Proyeksi jasa pengiriman meningkat

Sementara Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita memprediksi adanya lonjakan pengiriman saat Ramadan dan Lebaran tahun ini.

“Estimasi peningkatannya sampai 50 persen dibandingkan Ramadan dan Lebaran tahun lalu,” katanya.

Dia menyebutkan pengiriman makanan dan oleh-oleh menjadi favorit selama Ramadan. Sedangkan untuk jalur pengiriman yang paling banyak menurut Zaldy adalah pengiriman di dalam Pulau Jawa.

“Antarkota Jawa adalah rute yang paling ramai,” kata dia.

Peraih gelar di bidang Manajemen Universitas Melbourne, Australia ini hanya memprediksi peningkatan 50 persen itu untuk Ramadan saja.

Sedangkan, untuk proyeksi jasa pengiriman selama 2021 diperkirakan naik 30 persen dibandingkan tahun lalu karena pembatasan sosial dan aktivitas ekonomi sudah lebih longgar dibandingkan di 2020.

Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Yulina Hastuti memperkirakan, pengiriman barang di Ramadhan dan Lebaran kali ini juga meningkat seperti tahun lalu yang naik 10-15 persen. Pemerintah juga melarang mudik pada Lebaran 2020.

“Trennya di momen perayaan penting seperti Ramadan selalu tinggi. Oleh karena itu kami optimis tahun ini akan tetap meningkat,” kata dia kepada Lokadata.id, Kamis (1/4/2021).

Jenis-jenis pengiriman yang umumnya dilakukan ketika Ramadan adalah makanan, pakaian, dan aksesoris. TIKI telah menyiapkan beragam promo dalam menyambut Ramadan dan Lebaran tahun ini.

“Kami juga sudah siapkan strategi operasional mencakup kesiapan sumber daya manusia dan armada, serta terus berkoordinasi dengan pihak otoritas untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan pengiriman dan memastikan pengiriman paket yang aman dan tiba tepat waktu,” kata Yuliana.

Hingga akhir 2021, TIKI menargetkan pertumbuhan bisnis dapat mencapai 20 – 25 persen, dan penambahan gerai TIKI sebesar 15 – 20 persen secara nasional.

Untuk mencapai target tersebut, Yuliana yang merupakan Alumnus Magister Administrasi Bisnis di Universitas Oklahoma City, Amerika Serikat akan mengembangkan pelbagai layanan digital untuk kemudahan transaksi.

Sejauh ini, TIKI sudah memiliki seluruh fasilitas digital mulai dari booking, tracking hingga metode pembayaran.

Selain itu, mengembangkan Smart Control Tower yang memungkinkan TIKI memetakan jumlah armada dan tenaga kerja di tiap gerai. Seluruh teknologi yang dimiliki perusahaan dikembangkan oleh tim internal TIKI.

  • Bagikan