Kementerian Keuangan Perkuat Sinergi dengan Bank Indonesia

  • Bagikan
Kementerian Keuangan Perkuat Sinergi dengan Bank Indonesia
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik dan mengukuhkan jajaran pejabat baru direktur jenderal di lingkungan Kementerian Keuangan. Foto Kemenkeu

Menit.co.idMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap hubungan harmonis antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) senantiasa terjaga dengan baik.

Selama ini Kemenkeu dan BI telah bersinergi dan bekerjasama secara erat, terlebih lagi dalam penanganan pandemi covid-19.

Hal ini disampaikan Sri Mulyani saat menghadiri Silaturahmi Idulfitri 1442 H bersama Gubernur BI Perry Warjiyo yang diselenggarakan secara virtual.

Selama ini ia menilai sinergi serta koordinasi yang sangat baik antara Kemenkeu dengan bank sentral.

“Kami di Kementerian Keuangan selama ini bekerja luar biasa erat bersama Bank Indonesia dalam menghadapi covid-19 yang dampaknya luar biasa bagi perekonomian dan sistem keuangan,” kata dia dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Rabu, 19 Mei 2021.

Ia menambahkan, kerjasama dan koordinasi dua institusi ini bisa terlaksana secara sinergis baik dalam kapasitas sebagai Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) maupun dalam pelaksanaan tugas untuk menjaga perekonomian Indonesia ditengah situasi pandemi covid-19 saat ini.

“Kita berharap kita mencapai kemenangan tidak hanya secara pribadi tapi juga sebagai suatu bangsa di dalam menghadapi suatu tantangan luar biasa ini,” kata menambahkan.

“Semoga kita semuanya tetap akan diberikan kekuatan kesehatan dan petunjuk dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa di dalam menjalankan tugas yang masih sangat menantang,” ungkapnya dikutip dari medcom.id.

Senada dengan hal tersebut, dalam kesempatan yang sama Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara juga menegaskan pentingnya sinergi yang selaras antara kebijakan fiskal dan moneter dalam situasi saat ini. Tujuannya adalah untuk pemulihan ekonomi nasional.

“Kami berharap bahwa kita bisa terus menjalankan koordinasi ini dengan baik dan kami doakan Pak Gubernur dan seluruh anggota Dewan Gubernur serta seluruh jajaran Bank Indonesia tetap sehat dan setelah ini kita terus mengawal pemulihan ekonomi nasional Indonesia,” tutup Suahasil.

Dana Pemulihan Ekonomi Nasional Terealisasi Rp172 Triliun per 11 Mei

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan realisasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional mencapai Rp172,35 triliun atau 24 persen dari pagu Rp699,43 triliun hingga 11 Mei 2021.

Dia menjelaskan bahwa realisasi tersebut naik Rp49,01 triliun dari realisasi kuartal I/2021 yakni Rp123,26 triliun. Penambahan ini bertambah dari sejumlah sektor yakni kesehatan terealisasi Rp24,90 triliun atau mencapai 14,2 persen dari pagu sebesar Rp175,22 triliun.

Kemudian realisasi dana perlindungan sosial menyentuh Rp56,79 triliun atau mencapai 37,8 persen dari pagu sebesar Rp150,27 triliun.

Selain itu, realisasi program prioritas mencapai Rp21,8 triliun atau 17,6 persen dari pagu Rp123,67 triliun serta realisasi insentif usaha Rp26,83 triliun atau mencapai 47,3 persen dari pagu sebesar Rp56,72 triliun.

“Dukungan UMKM sudah Rp42,03 triliun atau 21 persen dari Rp193,53 triliun,” katanya saat konferensi pers virtual, Senin (17/5/2021).

Adapun, realisasi program perlindungan sosial terbagi dalam beberapa bentuk. Program Keluarga Harapan (PKH) telah direalisasi Rp13,83 triliun atau 48,19 persen dari pagu Rp28,71 triliun.

Kemudian, Kartu Sembako mencapai Rp17,24 triliun atau 38,20 persen dari pagu Rp45,12 triliun. Program Bantuan Sosial Tunal (BST) mencapai Rp11,18 triliun atau 98,39 persen dari pagu Rp12 triliun serta Program BLT Desa mencapai Rp2,51 triliun atau 17,41 persen dari pagu Rp14,4 triliun.

Selain itu, Airlangga melaporkan peredaran uang Bank Indonesia selama periode Ramadan mencapai Rp154,5 triliun atau meningkat 41,5 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Khusus Jabodetabek lanjutnya, penarikan dana tunai naik 61 persen atau Rp34,8 triliun dan ini lebih tinggi dibandingkan dengan nasional. “Ini tentunya pelarangan mudik melalui PPKM juga telah mendorong adanya belanja di wilayah aglomerasi,” tuturnya.

  • Bagikan