Ketua SPI Sebut PHK Tingkatkan Tenaga Kerja Sektor Pertanian

  • Bagikan
Ketua SPI Sebut PHK Tingkatkan Tenaga Kerja Sektor Pertanian
Ketua SPI Sebut PHK Tingkatkan Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Menit.co.id – Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengungkapkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di kota menyebabkan peningkatan tenaga kerja di sektor pertanian perdesaan.

Berdasarkan data dari pihaknya, tercatat peningkatan kerja di sektor pertanian pada 2019 sebesar 27,53 persen, lalu bertambah menjadi 29,76 persen pada 2020.

“Ini berarti sektor pertanian menjadi bantalan yang terbukti efektif menyerap tenaga kerja meskipun situasi pertumbuhan ekonomi tidak positif,” kata Henry dalam keterangan resmi, dikutip dari Mediaindonesia.com, Minggu, 2 Mei 2021.

Henry menuturkan, akibat pandemi, setahun belakangan ini berdampak besar bagi sektor ketenagakerjaan, tidak terkecuali buruh di wilayah perkotaan.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia per Agustus 2020 menyebutkan terdapat 29,12 juta orang atau 14,28 persen penduduk usia kerja yang terdampak dari pandemi covid-19.

Dari total penduduk yang terdampak, sekitar 70 persen di antaranya dilaporkan merupakan penduduk yang berada di wilayah perkotaan.

Dengan terjadi peningkatan kerja di sektor pertanian, Henry menegaskan, seharusnya hal ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengubah kebijakan demi memperkuat sektor-sektor yang tumbuh positif dan mampu bertahan, seperti di sektor pertanian.

“Idealnya para buruh ini tidak hanya menjadi pekerja melainkan ikut memiliki bagian dari apa yang dikerjakannya,” jelasnya.

Di satu sisi, SPI menilai peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini harus menjadi momen untuk memperkuat solidaritas antara buruh dan petani yang ada di Indonesia.

“Dalam kerja sama ekonomi misalnya, solidaritas antara buruh dan petani harus diperkuat dan diperbanyak. Konkretnya ini melalui gerakan koperasi buruh bersama koperasi petani, baik itu dalam pendidikan maupun pembentukan usaha bersama,” pungkasnya.

Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat Kala Pandemi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bekerja di sektor pertanian menjadi pekerjaan pilihan utama masyarakat selama masa pandemi COVID-19.

Dia memaparkan, datanya jumlah tenaga kerja sektor pertanian meningkat 2,23% selama pandemi COVID-19.

“Pada masa pandemi COVID-19, ternyata bekerja di sektor pertanian menjadi pilihan utama masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah tenaga kerja sektor pertanian meningkat 2,23% dibandingkan tahun sebelumnya,” papar Syahrul.

Syahrul juga mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) yang menjadi indikator kesejahteraan para petani juga terus meningkat. Di bulan Januari 2021, angkanya meningkat meski sangat tipis, atau sekitar 0,001% menjadi 103,26 poin.

“Hal yang menggembirakan juga terlihat dari indikator NTP, data terbaru BPS memperlihatkan NTP pada bulan Januari 2021 mencapai 103,26 atau naik 0,01% jika dibanding NTP pada bulan sebelumnya,” ujar Syahrul.

Dia juga mengungkapkan sektor pertanian saat ini bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, secara statistik sektor pertanian terus tumbuh 1,75% selama setahun terakhir. Padahal ekonomi Indonesia minus 2,07%.

“Data BPS memperlihatkan PDB pertanian triwulan IV-2020 tumbuh 2,59%. Begitu pula selama satu tahun terakhir PDB pertanian juga tumbuh positif 1,75% di tengah terjadinya kontraksi ekonomi Indonesia tahun 2020 yang mencapai 2,07%,” ujar Syahrul.

Dia menambahkan ekspor produk pertanian juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Nilai ekspor kumulatif selama Januari-Desember 2020 mencapai Rp 451,8 triliun atau meningkat 15,79% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 390,2 triliun.

  • Bagikan