LEN Industri Tawarkan Listrik Panel Surya ke Perumahan, Berapa Harganya?

    Jumat, 23 November 2018 - 10:49 Editor : Redaksi Dibaca : 240 Views

    Menit.co.id PT Len Industri (Persero) memliki komitmen untuk meningkatkan penggunaan sumber listrik yang ramah lingkungan, salah satunya panel surya. Selain telah membangun pembangkit listrik tenaga surya, Len Industri mencoba menawarkan model kelistrikan ini langsung ke masyarakat.

    Rooftop Photovoltaic atau sistem panel surya atas atap menjadi produk terbaru Len Industri yang mulai dikenalkan ke masyarakat. Sistem ini diklaim bisa lebih hemat dalam penggunaan listrik sehari-harinya.

    Direktur Utama Len Industri Zakky Gamal Yasin mengatakan panel surya atas atap ini memggunakan model ekspor/impor listrik dengan PT PLN (Persero).

    “Jadi sistemnya otomatis, kalau ada matahari meteran listrik itu berputarnya akan semakin pelan, nanti sekitar jam 13.00 WIB itu meteran listrik akan berhenti, karena sumber listrik full dari panel surya ini. Baru nanti jam 15.00 WIB itu meteran listrik akan kembali muter. Ini otomatis,” kata Zakky di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

    Produk yang dinamakan LenSOLAR ini, diklaim bisa menghemat penggunaan listrik antara 20-30 persen setiap bulannya. Produk ini telah diluncurkan pada akhir Oktober 2018.

    Saat ini, Zakky baru menawarkan sistem listrik ini kepada orang-orang terdekatnya. Baru pada awal 2019, direncanakan Len Industri akan memasarkan produk ini secara masif di perumahan-perumahan.

    Dalam penawarannya nanti, LenSOLAR memiliki tiga tipe, yaitu LenSOLAR 1.5kW (kilo Watt), LenSOLAR 3kW, dan LenSOLAR 5kW. “Untuk yang paling kecil itu harganya sekitar Rp 15 juta,” tegas Zakky.

    Saat ini, dia juga tengah menunggu regulasi mengenai penggunaan panel surya ini kepada masyarakat, yaitu Permen ESDM Nomor 49 Tahun 2018. Diharapkan, pada saat pemasaran awal 2019 nanti, Permen ini juga sudah diterbitkan.

    “Kalau sudah diterbitkan, harapannya bisa bankable, jadi orang beli LenSOLAR ini bisa nyicil lewat perbankan, seperti kredit beli motor. Dengan begitu akan lebih masif,” pungkasnya.

    (rdk/rls)



    Komentar Pembaca: