Memberi dengan Arti Wujud Tangguh dan Tumbuh Kereta Api Indonesia

  • Bagikan
Memberi Dengan Arti Wujud Tangguh dan Tumbuh KAI

Menit.co.id – Dampak pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini mulai dirasakan oleh sejumlah perusahaan di Indonesia, termasuk PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Dampak pandemi membuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Transportasi, Kereta Api Indonesia terus mengoptimalkan pengusahaan aset melalui bisnis komersialisasi non angkutan, selain bisnis angkutan penumpang dan barang.

Komersialisasi non angkutan terus dioptimalkan sebagai bentuk adaptasi KAI di tengah pandemi Covid-19. Karena aset KAI yang tersebar di Jawa dan Sumatera dapat lebih bernilai untuk diberdayakan.

Upaya tersebut dilakukan KAI untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui banyaknya aset potensial yang dimiliki. Seperti, kerja sama pemanfaatan aset stasiun, sarana, ROW (right of way), Non ROW, maupun museum.

Untuk kerja sama pemanfaatan aset di stasiun, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai titik stasiun seperti ruangan, bangunan, gedung, gudang, dan tanah untuk lokasi promosi, minimarket, gudang, cafe, ATM, dan sebagainya.

Untuk kerja sama pemanfaatan aset berupa sarana, KAI menyediakan kereta makan, kereta wisata, entertainment on board, mesin perawatan jalan rel dan prasarana penunjang, serta Jasa Balai Yasa/Dipo.

Sementara itu untuk pemanfaatan ROW atau aset KAI yang berada di sepanjang jalur kereta api aktif, KAI bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan aset tersebut seperti untuk penanaman fiber optik, pipa air, pipa gas, dan pipa minyak.

Sedangkan untuk non ROW atau aset KAI yang berada di luar wilayah stasiun dan ROW, aset-aset KAI dapat dimanfaatkan sebagai kantor, rumah makan, parkir, dan sebagainya.

Aset KAI lainnya yang dapat dikerjasamakan pemanfaatannya berupa museum, bangunan bersejarah, wifi, kegiatan shooting/pemotretan, event/activation, serta naming rights stasiun untuk memberikan kesempatan kepada mitra yang ingin mem-branding stasiun yang KAI kelola dengan brand atau produknya.

VP Public Relations KAI, Joni Martinus mengatakan, hampir seluruh aset KAI dapat dimanfaatkan masyarakat dengan skema kerja sama. Pada prinsipnya pemanfaatan aset dapat dilakukan sepanjang tidak mengganggu operasional kereta api.

“Asal tidak mengganggu dan tidak mengubah status kepemilikan pada aset yang dimanfaatkan itu bisa dilakukan kerja sama. Inilah wujud kerja keras KAI dalam memanfaatkan aset ditengah pandemi ini,” ujar Joni.

Tidak itu saja, KAI juga melakukan berbagai inovasi di sektor Komersialisasi Non Angkutan. Salah satunya di kawasan stasiun, KAI melakukan digitalisasi baik media informasi maupun iklan.

“KAI merapikan para tenant di stasiun untuk meningkatkan nilai stasiun termasuk ruang untuk UMKM. KAI juga telah mengoptimalkan pendapatan dari aplikasi KAI Access berupa iklan dan layanan last mile dengan Taksi Bluebird serta secara berkelanjutan tengah dilakukan pengembangan layanan first mile dengan Taksi Bluebird, top up E-money Mandiri, dan sebagainya,” kata Joni.

Pada masa pandemi ini, kata Joni, KAI melakukan upaya-upaya untuk membantu meringankan beban mitra-mitra akibat berkurangnya aktivitas stasiun dibanding sebelum pandemi sebagai strategi customer retention terhadap mitra-mitra kerja sama tersebut.

“KAI juga menjalin kerja sama dengan penyedia layanan Rapid Test Antibodi, Rapid Test Antigen, dan pemeriksaan GeNose C19 untuk melayani pelanggan di berbagai stasiun agar para penumpang melaksanakan perjalanannya dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Joni menambahkan pendapatan KAI di sektor Komersialisasi Non Angkutan menunjukkan tren positif. Pada 2019, pendapatan KAI di sektor tersebut Rp719,1 miliar, naik 19 persen dibanding pada 2018 yang sebesar Rp606,3 miliar.

Kemudian pada 2020 menjadi Rp625,9 miliar dikarenakan pandemi COVID-19. Ke depan, KAI akan berinovasi dengan menggunakan skema kerja sama pengelolaan aset berupa profit/revenue sharing. Model bisnis tersebut menjadi alternatif selain persewaan.

KAI juga akan mengembangkan Komersialisasi Non Angkutan berbasis teknologi informasi sehingga akan mempermudah mitra dalam bekerja sama dengan KAI.

“Sejumlah adaptasi, inovasi, dan kontribusi terus KAI lakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi pelanggan maupun masyarakat di masa pandemi Covid-19,” ungkap Joni kepada media.

Memberi Dengan Arti

PT Kereta Api Indonesia (Persero) komitmen berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perusahaan, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya.

Komitmen itu tertuang melalui Program Kemitraan, Program Bina Lingkungan, dan Community Relations. Dan sejalan dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor : PER-05/MBU/04/2021 tanggal 8 April 2021 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.

KAI menjadi perusahaan yang memberikan manfaat tinggi bagi masyarakat, lingkungan, dan pemangku kepentingan melalui peningkatan aktivitas Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) dan Community Relations (CR). Kemudian, berperan aktif dalam mewujudkan peningkatan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Membangun citra positif dan sinergi perusahaan dengan pemangku kepentingan guna terciptanya situasi kondusif bagi operasional perusahaan yang berkelanjutan. Berkontribusi nyata dalam pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat serta lingkungan, sehingga masyarakat dapat menjadi mitra sejati dalam menciptakan situasi kondusif bagi kelangsungan usaha perusahaan

Tetap Tangguh pada Masa Pandemi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen untuk tetap tangguh dan tumbuh pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Tangguh dan Tumbuh adalah memaknai tema HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021 yaitu “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.”

Dalam rangka mendukung pemerintah mempercepat program vaksinasi Covid-19, KAI bersama anak usahanya yakni KAI Commuter menyediakan layanan vaksinasi Covid-19 gratis bagi pelanggan dan masyarakat di berbagai stasiun.

Tujuan vaksinasi gratis di stasiun ini adalah agar pembentukan kekebalan tubuh secara komunal atau herd immunity dapat segera terwujud.

KAI Tetap Tangguh pada Masa Pandemi

Layanan vaksinasi Covid-19 gratis tersebut telah KAI Group sediakan di 24 stasiun kereta api. Jumlah stasiun yang melayani vaksinasi gratis ini akan terus ditambah agar semakin banyak masyarakat yang mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19 gratis di stasiun.

Hingga 15 Agustus, sebanyak 36.226 orang yang telah mengikuti vaksinasi gratis di Stasiun. Selama pandemi, KAI pun membatasi jumlah maksimal pelanggan di dalam kereta yaitu 70% untuk rute jarak jauh, 50% untuk rute lokal, dan 32% untuk KRL.

Seluruh upaya itu turut didukung dengan penerapan protokol kesehatan ketat di lingkungan stasiun, mulai dari mengecek suhu tubuh, menggunakan masker, hingga menjaga jarak.

Berbagai fasilitas juga KAI sediakan untuk pelanggan sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru, seperti menyediakan wastafel portabel dan hand sanitizer, serta memberikan healthy kit untuk penumpang jarak jauh.

Selain itu, untuk mengurangi mobilitas dan kontak fisik, KAI menambah sejumlah fitur pada aplikasi KAI Access sehingga pelanggan dapat mengatur perjalanannya secara daring tanpa perlu ke stasiun.

Masa sulit akibat pandemi tidak membatasi KAI untuk memberi kontribusi lebih kepada bangsa. Pada periode awal pandemi, misalnya, KAI telah membagikan 10.000 voucher tiket kereta api jarak jauh secara cuma-cuma kepada guru dan tenaga kesehatan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.

KAI juga memberikan bantuan senilai Rp328 juta untuk porter stasiun yang terdampak pandemi pada Mei 2021 lalu. Bantuan berupa alat pelindung diri (APD) dan ambulans demi membantu penanganan Covid-19 pun diberikan KAI kepada beberapa Pemerintah Daerah (Pemda).

KAI Tetap Tangguh pada Masa Pandemi

Terbaru, KAI menggratiskan angkutan oksigen milik Kementerian Kesehatan sebanyak 80 ton melalui kereta api dengan rute Stasiun Tanjung Priok Jakarta menuju Stasiun Kalimas pada 5 Agustus 2021.

Setelah sebelumnya KAI juga menggratiskan pengiriman 122 ton oksigen dari Stasiun Kalimas, Surabaya menuju Stasiun Sungai Lagoa, Jakarta pada 16 Juli lalu.

Anak perusahaan KAI, KAI Logistik, juga ikut memberikan layanan pengiriman gratis untuk angkutan oksigen ataupun tabung oksigen dan diskon khusus untuk pengiriman obat-obatan, APD, dan alat medis lain dengan menggunakan kereta api selama Juli 2021.

Terus Tumbuh di Masa Pandemi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen untuk terus tumbuh di dalam situasi kritis ini dengan berbagai adaptasi, inovasi, dan kolaborasi menjadi kunci penting untuk KAI tetap tumbuh menjalankan misinya sebagai angkutan transportasi massal berbasis rel.

KAI Tetap Tangguh pada Masa Pandemi

Di luar bisnis angkutan penumpang, KAI meyakini bisnis angkutan barang adalah salah satu kunci menjaga performa bisnis selama pandemi Covid-19. KAI terus bekerja keras dalam meningkatkan performa Angkutan Barang.

Mengakhiri semester I tahun 2021, kinerja angkutan barang KAI terus menunjukkan tren positif. Pada Januari s.d Juli 2021 KAI melayani angkutan barang sebanyak 28,2 juta ton, naik 8,9% dibanding dengan periode yang sama 2020 lalu dimana KAI mengangkut 25,9 juta ton barang.

Terus bertumbuh juga dibuktikan KAI dengan tetap berprogresnya pekerjaan untuk proyek strategis nasional yang telah diamanahkan Pemerintah kepada KAI, meski di masa pandemi.

Untuk proyek LRT Jabodebek misalnya, per 30 Juli 2021 progres pekerjaan telah mencapai 73,31%. Sementara untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung progres fisiknya sudah mencapai 54,16%.

Kondisi pandemi memang sedikit banyak mempengaruhi capaian target penyelesaian pekerjaan, namun KAI melakukan upaya maksimal dengan intens berkoordinasi dengan para stakeholders.

Pemantauan dan pengawasan secara langsung tetap dilakukan, proses-proses pengujian pun didorong agar dilakukan percepatan. KAI juga membentuk Project Management Officer (PMO) yang memantau proyek untuk menjamin kelancaran proyek secara keseluruhan.

KAI bertekad akan menjalankan amanah penugasan tersebut agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan layanan transportasi massal berbasis rel yang nyaman dan maju.

Gencarnya pengembangan transportasi berbasis rel yang tengah dikerjakan KAI ini memiliki tujuan untuk menghadirkan moda transportasi yang terintegrasi dan memudahkan masyarakat dalam mobilitasnya.

“Kemajuan KAI ini nantinya diharapkan tidak hanya akan menambah volume angkut semata, tapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang juga berimbas bagi kemajuan bangsa Indonesia,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.

  • Bagikan