Pertamina Libatkan Tim AS Tangani Kebocoran Sumur Migas di Karawang

    Senin, 22 Juli 2019 - 14:21 Editor : Redaksi Dibaca : 226 Views

    Menit.co.id PT Pertamina (Persero) melibatkan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Boots & Coots dalam upaya penanganan munculnya gelembung gas di sekitar anjungan lepas pantai YYA, Blok Minyak dan Gas (Migas) Offshore North West Java (ON‎WJ) yang terletak sekitar 2 kilometer (km) dari Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat.

    Sebelumnya, insiden kebocoran itu bermula saat dilakukan pengeboran sumur reaktivasi YYA-1 yang dioperatori oleh PT Pertamina Hulu Energi ONWJ (PHE ONWJ) pada Jumat (12/7) lalu.

    “Penanganan dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak yang kredibel, kompeten dan memiliki pengalaman yang terbukti dalam menangani kasus yang sama. Salah satunya adalah Boots & Coots, perusahaan asal AS yang telah memiliki pengalaman yang terbukti dalam menyelesaikan peristiwa di Teluk Meksiko,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangan resmi, dikutip Senin (22/7).

    Fajriyah mengungkapkan prioritas utama perseroan adalah memastikan keselamatan tim dan masyarakat, serta menyelesaikan permasalahan lingkungan di sekitar lokasi.

    Guna menangani risiko pencemaran lingkungan, perseroan telah memobilisasi 27 kapal dan 12 set peralatan yang digunakan untuk mengurung tumpahan minyak di air (oil boom).

    Selain itu, untuk menjaga agar tidak ada aktifitas nelayan di sekitar lokasi, Pertamina dan PHE ONWJ bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud), dan Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas), serta mengerahkan 7 unit kapal patroli.

    Fajriyah menjelaskan perseroan terus melakukan komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak seperti SKK Migas, Kementerian ESDM, Kementerian LHK, Pemerintah Daerah, Dinas Lingkungan Hidup Daerah, TNI dan Kepolisian, Ditjen Perhubungan Laut, KSOP, KKP, Pushidros AL, KKKS dan berbagai instansi lainnya. Beberapa instansi di antaranya telah meninjau langsung untuk memonitor situasi terkini.

    Sebelumnya, perseroan langsung menjalankan upaya penanganan darurat dari sejak awal insiden terjadi dengan mengevakuasi seluruh seluruh pekerja yang berada di anjungan tersebut. Di waktu yang sama, perseroan juga melakukan isolasi dan pengamanan area sekitar anjungan dengan kapal patroli untuk mencegah nelayan dan masyarakat mendekat.

    Perseroan juga melakukan upaya penanganan lengkap dengan mendatangkan bantuan personil dan peralatan dari 4 area operasi lainnya yakni Cilacap, Balongan, Tanjung Priok dan Balikpapan.

    Selain penanganan operasi, Tim Penanganan Darurat PHE ONWJ selama 24 jam melakukan langkah penyelamatan lingkungan dari tumpahan minyak dengan pengerahan sekitar 27 kapal dan berbagai peralatan yang mendukung seperti oil boom dan puluhan drum yang mengangkut zat pembantu pengurai gumpalan minyak (dispersant). Perseroan juga melibatkan warga Desa Sedari, Karawang, Jawa Barat dalam melakukan kegiatan bersih-bersih Pantai Sedari.

    “Pertamina terus memantau perkembangannya dan melakukan tindakan penyelamatan lingkungan sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

    [cnnindonesia]



    Komentar Pembaca: